Toyota – kembali melakukan langkah pencegahan dengan menarik kembali (recall) SUV listrik bZ4X model tahun 2025 hingga 2026 di pasar Australia. Penarikan ini dilakukan setelah di temukan potensi gangguan pada sistem kendali baterai yang dapat memengaruhi performa kendaraan saat di gunakan.
Berdasarkan informasi yang di sampaikan Toyota Australia, masalah tersebut berasal dari perangkat lunak pada modul pengendali baterai bertegangan tinggi. Jika kondisi itu terjadi ketika kendaraan sedang melaju, mobil berpotensi kehilangan tenaga secara mendadak sehingga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.
Program recall ini menjadi bagian dari komitmen Toyota dalam menjaga kualitas produk sekaligus memastikan keselamatan pengguna kendaraan listrik di berbagai pasar.
Kesalahan Perangkat Lunak ECU Jadi Penyebab Recall
Toyota menjelaskan bahwa sistem baterai bertegangan tinggi pada bZ4X di kontrol oleh Electronic Control Unit (ECU). Komponen elektronik ini memiliki fungsi penting dalam mengatur distribusi daya serta memastikan sistem penggerak listrik bekerja secara optimal.
Namun, hasil evaluasi menunjukkan adanya bug atau kesalahan pada perangkat lunak ECU. Dalam kondisi tertentu, software tersebut dapat memunculkan pesan “EV System Malfunction” pada panel instrumen kendaraan.
Apabila peringatan tersebut muncul, sistem penggerak listrik berpotensi berhenti bekerja secara tiba-tiba ketika mobil sedang di kendarai. Kondisi ini tentu dapat mengurangi kemampuan kendaraan untuk melanjutkan perjalanan dan berisiko membahayakan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.
Meski belum di temukan laporan kecelakaan yang berkaitan langsung dengan masalah tersebut, Toyota memilih mengambil tindakan preventif melalui program recall agar potensi risiko dapat di hilangkan lebih awal.
Sebanyak 1.101 Unit bZ4X Masuk Daftar Recall
Toyota Australia mengonfirmasi bahwa sebanyak 1.101 unit Toyota bZ4X model 2025-2026 termasuk dalam program penarikan ini.
Seluruh pemilik kendaraan yang terdampak akan menerima pemberitahuan resmi dari Toyota. Setelah menerima informasi tersebut, konsumen di minta membawa kendaraannya ke jaringan dealer resmi untuk menjalani proses pemeriksaan sekaligus pembaruan perangkat lunak.
Seluruh proses perbaikan dilakukan tanpa di pungut biaya sehingga pemilik kendaraan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan.
Selain itu, Toyota juga mengimbau pemilik bZ4X yang mendapati indikator “EV System Malfunction” menyala pada panel instrumen agar segera menghentikan penggunaan kendaraan dan menghubungi dealer resmi terdekat untuk mendapatkan penanganan.

New Toyota bZ4X mendapat banyak pembaruan.
Pembaruan Software Menjadi Solusi Permanen
Untuk mengatasi potensi gangguan tersebut, teknisi dealer Toyota akan melakukan pembaruan software ECU pengendali baterai menggunakan versi terbaru yang telah di sempurnakan.
Update perangkat lunak ini di rancang untuk menghilangkan kemungkinan munculnya kesalahan sistem yang dapat menyebabkan hilangnya tenaga penggerak saat kendaraan beroperasi.
Toyota optimistis pembaruan tersebut mampu mengembalikan performa sistem kelistrikan sesuai standar sekaligus meningkatkan keandalan kendaraan listrik bZ4X dalam penggunaan sehari-hari.
Langkah ini juga menjadi bukti bahwa pembaruan software kini memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keamanan kendaraan listrik modern, mengingat sebagian besar sistem operasionalnya di kendalikan secara elektronik.
Toyota Telah Melakukan Recall Lebih dari Satu Juta Kendaraan di Amerika Serikat
Selain recall yang dilakukan di Australia, Toyota juga cukup aktif menjalankan program perbaikan kendaraan di Amerika Serikat sepanjang tahun 2026.
Tercatat hingga pertengahan tahun, pabrikan asal Jepang tersebut telah melakukan sembilan kali recall yang melibatkan sekitar 1.024.794 unit kendaraan.
Recall terbesar terjadi pada SUV Highlander, dengan jumlah sekitar 550 ribu unit. Penarikan dilakukan karena di temukan potensi masalah pada mekanisme pengunci kursi baris kedua yang dapat gagal mengunci setelah di lakukan pengaturan posisi.
Sementara itu, recall dengan jumlah paling sedikit justru berkaitan dengan komponen suku cadang. Toyota menarik kembali 79 unit lampu depan yang ternyata tidak sesuai dengan spesifikasi pasar Amerika Serikat dan berpotensi telah di pasang pada model bZ4X.
Model Toyota Lain yang Ikut Terdampak Recall
Selain Highlander dan bZ4X, Toyota juga mengumumkan recall terhadap beberapa model lainnya.
Toyota Tundra produksi 2024 hingga 2025 menjadi salah satu model yang terdampak akibat potensi gangguan pada sistem kamera belakang. Masalah tersebut memungkinkan gambar kamera tidak tampil di layar ketika kendaraan mundur.
Di sisi lain, Toyota Prius juga masuk dalam daftar recall dengan jumlah hampir 150 ribu unit. Program ini di lakukan karena terdapat kemungkinan pintu belakang terbuka sendiri saat kendaraan sedang di gunakan.
Jika di akumulasi, Toyota menjadi salah satu produsen otomotif dengan jumlah recall terbesar sepanjang 2026. Berdasarkan data yang tersedia, merek ini berada di posisi ketiga setelah General Motors (GM) dan Ford Motor Company dalam jumlah kendaraan yang di tarik kembali untuk di perbaiki.
Meski demikian, langkah recall yang di lakukan secara sukarela menunjukkan komitmen Toyota dalam menjaga kualitas produk. Serta memberikan perlindungan maksimal kepada para konsumennya. Melalui pembaruan perangkat lunak maupun penggantian komponen yang di perlukan. Perusahaan berupaya memastikan seluruh kendaraan tetap memenuhi standar keselamatan dan keandalan yang telah di tetapkan.