Tren Fashion Shell Jewelry – Tren mode dari dekade 1990-an hingga awal 2000-an kembali mendapat tempat dalam dunia fashion. Kebangkitan gaya tersebut tidak hanya terlihat pada pilihan pakaian atau riasan. Berbagai aksesori yang pernah populer pada masa itu juga mulai muncul dengan sentuhan baru.
Salah satu aksesori yang kembali menarik perhatian adalah shell jewelry. Istilah tersebut merujuk pada perhiasan yang memakai cangkang kerang atau mengambil inspirasi dari bentuk cangkang.
Pada masa lalu, aksesori kerang sangat erat dengan suasana pantai dan budaya selancar. Kalung sederhana berbahan cangkang bahkan menjadi salah satu aksesori yang mudah dikenali pada gaya era 1990-an.
Namun, perkembangan tren membuat shell jewelry mengalami perubahan. Para desainer kini mengombinasikan unsur cangkang dengan berbagai material lain. Hasilnya, aksesori tersebut tidak hanya cocok menemani pakaian santai, tetapi juga dapat melengkapi penampilan yang lebih elegan.
Kalung Puka Shell Hadir dengan Desain Lebih Modern
Salah satu jenis shell jewelry yang kembali muncul adalah kalung puka shell. Aksesori ini memiliki hubungan kuat dengan tren fashion dekade 1990-an.
Desain tradisionalnya relatif sederhana. Potongan-potongan cangkang disusun pada seutas tali hingga membentuk sebuah kalung. Kesederhanaan tersebut membuat puka shell dahulu identik dengan penampilan santai masyarakat pesisir.
Pemilik Grass Shack Trading, Terry Peek, menjelaskan bahwa kata “puka” berasal dari bahasa Hawaii. Istilah tersebut memiliki arti “lubang”.
Pada awalnya, bahan puka berasal dari bagian ujung cangkang siput laut yang berbentuk menyerupai kerucut. Cangkang tersebut umumnya mempunyai corak kecokelatan.
Peek mengatakan masyarakat merangkai cangkang menggunakan tali berbahan katun atau sutra. Kalung tersebut kemudian dikenakan sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap budaya kepulauan, sebagaimana dikutip dari Glam pada Minggu (23/8/2026).
Popularitasnya kemudian berkembang dan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir serta komunitas selancar. Kini, karakter dasar puka shell masih dapat ditemukan. Meski demikian, desainnya semakin bervariasi berkat tambahan material dan ornamen yang memberikan kesan lebih modern.
Cowrie Shell Dipadukan dengan Emas dan Mutiara
Kebangkitan tren perhiasan berbahan cangkang tidak hanya membawa kembali puka shell. Cowrie shell juga mulai mendapat perhatian dalam perkembangan aksesori masa kini.
Karakter cowrie berbeda dibandingkan puka. Cangkangnya berukuran relatif lebih besar dengan bentuk yang cenderung oval. Pada bagian tengahnya terdapat celah yang menjadi salah satu ciri khas.
Selain memiliki tampilan unik, cowrie shell menyimpan sejarah panjang, terutama dalam sejumlah kebudayaan Afrika. Selama berabad-abad, masyarakat memanfaatkan cangkang tersebut untuk beragam kebutuhan.
Cowrie pernah menjadi bahan pembuatan perhiasan dan dekorasi kepala. Bahkan, cangkang tersebut pernah di gunakan sebagai alat pertukaran. Dalam sejumlah tradisi, cowrie juga di kaitkan dengan simbol kemakmuran serta keberuntungan.
Perkembangan fashion kemudian memberikan wajah baru pada aksesori tersebut. Desainer tidak lagi sekadar merangkai cowrie menjadi kalung sederhana.
Kini, unsur cangkang dapat hadir pada aksesori dengan lapisan emas atau di buat menjadi choker. Beberapa desain bahkan menggabungkannya dengan mutiara.
Perpaduan mutiara dan cangkang mampu menghasilkan karakter yang lebih anggun. Karena itu, shell jewelry tidak lagi terbatas sebagai aksesori untuk berlibur ke pantai. Perhiasan tersebut juga dapat di gunakan untuk menunjang berbagai gaya busana sehari-hari.

Ilustrasi kalung kerang ala tahun 90-an yang kembali tren.
Shell Jewelry Kini Menawarkan Kesan Lebih Mewah
Transformasi shell jewelry memperlihatkan bagaimana sebuah tren lama dapat kembali melalui pendekatan yang lebih kontemporer.
Pada era 1990-an, aksesori berbahan cangkang umumnya memiliki rancangan sederhana. Sekarang, desainer mulai memasukkan logam mulia dan detail dekoratif yang lebih kompleks ke dalam desain perhiasan kerang.
Perubahan tersebut turut membuat shell jewelry semakin fleksibel. Aksesori ini dapat di padukan dengan beragam pilihan pakaian tanpa kehilangan nuansa khas yang menjadi identitasnya.
Model Gigi Hadid menjadi salah satu figur yang pernah memperlihatkan penggunaan aksesori cowrie shell dengan pendekatan lebih modern. Sejumlah rumah mode juga mulai memasukkan bentuk atau elemen cangkang ke koleksi perhiasan mereka.
Meski demikian, produk shell jewelry yang tersedia saat ini tidak seluruhnya memakai cangkang alami. Pasar juga menawarkan berbagai versi imitasi dengan bentuk yang menyerupai material aslinya.
Penasihat budaya asal Hawaii, Clifford Nae’ole, menjelaskan bahwa pembuatan aksesori dari cangkang membutuhkan proses yang tidak sederhana. Pengrajin harus mencari cangkang yang tepat, menyesuaikannya dengan rancangan, membersihkan bahan, kemudian memotongnya hingga siap menjadi perhiasan.
Proses tersebut menuntut ketelitian sekaligus kesabaran. Nae’ole juga menyebut kalung puka shell imitasi kini banyak di produksi di berbagai negara.
Tren Lama Kembali dengan Sentuhan Kontemporer
Munculnya kembali shell jewelry membuktikan bahwa inspirasi fashion dari era 1990-an masih memiliki daya tarik. Namun, tren tersebut tidak sekadar hadir dengan mengulang desain lama.
Penggunaan emas, mutiara, dan material dekoratif lainnya memberikan karakter baru pada perhiasan berbahan cangkang. Desain minimalis juga membuat aksesori ini lebih mudah di sesuaikan dengan perkembangan gaya masa kini.
Shell jewelry akhirnya tidak lagi hanya menggambarkan nuansa liburan, pantai, atau budaya selancar. Berkat berbagai inovasi desain, aksesori tersebut dapat menghadirkan kesan kasual hingga elegan.
Transformasi itu membuat perhiasan kerang mempunyai ruang lebih luas dalam tren fashion modern. Dari puka shell yang bernuansa nostalgia hingga cowrie dengan detail mewah, aksesori khas masa lalu tersebut kini kembali hadir dalam wajah yang lebih segar dan fleksibel.