Microsoft – mulai mengambil langkah baru untuk membenahi menu klik kanan Windows 11. Perusahaan mengakui bahwa context menu pada sistem operasi tersebut semakin di penuhi banyak pilihan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk tampil secara sempurna.
Kondisi tersebut cukup menarik karena Microsoft sebelumnya merancang ulang context menu ketika memperkenalkan Windows 11. Desain baru itu awalnya bertujuan menyelesaikan berbagai kekurangan yang terdapat pada menu serupa di Windows 10.
Microsoft menjelaskan bahwa mereka membawa tampilan lebih modern ketika memperkenalkan Windows 11. Selain penyegaran visual, perusahaan juga menata kembali sejumlah perintah dan menerapkan mekanisme baru untuk ekstensi dari aplikasi.
Namun, perkembangan Windows 11 dan bertambahnya integrasi aplikasi membuat menu tersebut kembali kompleks. Selain terlihat semakin padat, pengguna terkadang perlu menunggu hingga seluruh pilihan selesai di muat.
Microsoft Mulai Menguji Context Menu Windows 11 Terbaru
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Microsoft mulai mencoba rancangan baru melalui Windows 11 Insider Preview Experimental Build 26340.9212. Versi pengujian itu mulai di perkenalkan pada 17 Agustus 2026.
Salah satu perubahan penting terdapat pada menu klik kanan di File Explorer. Microsoft memberikan kontrol lebih luas sehingga pengguna dapat menentukan perintah maupun ekstensi aplikasi yang ingin mereka lihat.
Perusahaan tidak hanya berusaha menyederhanakan tampilannya. Microsoft juga ingin memangkas waktu yang di perlukan sejak pengguna menekan klik kanan sampai seluruh bagian menu dapat di gunakan.
Selama ini, sejumlah komponen aplikasi dapat muncul sesaat setelah context menu terbuka. Kondisi tersebut berpotensi menggeser posisi pilihan yang sebelumnya sudah tampil. Akibatnya, pengguna bisa menekan perintah yang berbeda dari tujuan awal.
Beberapa integrasi aplikasi yang dapat ikut muncul antara lain Copilot, Clipchamp, Notepad, Paint, dan Photos.
Masalah Menu Klik Kanan Sudah Ada Sejak Windows 10
Persoalan context menu sebenarnya bukan hal baru bagi Microsoft. Saat Windows 11 hadir pada 2021, perusahaan sudah berusaha memperbaiki kekurangan menu klik kanan dari generasi Windows sebelumnya.
Context menu Windows 10 telah berkembang dalam waktu panjang sejak era Windows XP. Penambahan berbagai fungsi membuat susunannya semakin panjang dan kurang terorganisasi.
Beberapa perintah yang sering di pakai, seperti Cut, Copy, Paste, Delete, serta Rename, bahkan tidak selalu berada di posisi yang mudah di jangkau. Pada saat yang sama, fungsi yang jarang di gunakan bercampur dengan pilihan yang lebih penting.
Microsoft kemudian menyederhanakan struktur tersebut pada Windows 11. Berbagai tindakan utama di tempatkan lebih dekat dengan kursor. Pilihan Open dan Open with juga di tata lebih teratur, sementara ekstensi aplikasi mendapatkan mekanisme integrasi yang lebih terstruktur.
Seiring bertambahnya fitur dan aplikasi, context menu Windows 11 kembali memiliki banyak pilihan. Kali ini persoalannya tidak hanya berkaitan dengan kerapian tampilan, tetapi juga kecepatan saat memuat seluruh komponen.

Windows 11.
Pengguna Bisa Menyesuaikan Menu Klik Kanan Windows 11
Microsoft menawarkan pendekatan berbeda dalam rancangan terbaru. Alih-alih menentukan seluruh susunan secara permanen, perusahaan memberikan kesempatan kepada pengguna untuk memilih sendiri bagian yang ingin di tampilkan.
Fitur Customize menu menjadi salah satu perubahan utamanya. Pengguna nantinya dapat membuka pengaturan melalui Settings > Personalization > Context menu.
Dari halaman tersebut, sejumlah perintah bawaan dapat di aktifkan maupun di nonaktifkan sesuai kebutuhan. Pilihannya mencakup Send to, Print, Create shortcut, Copy as path, hingga Rotate image.
Pengaturan serupa berlaku untuk ekstensi aplikasi. Pengguna dapat mempertahankan ekstensi tertentu pada menu utama, memasukkannya ke submenu, atau menyembunyikannya apabila jarang di gunakan.
Dengan mekanisme tersebut, context menu dapat di buat lebih ringkas berdasarkan kebiasaan masing-masing pengguna.
Susunan Perintah Utama Juga Dapat Diubah
Microsoft turut menyediakan pengaturan Arrange primary actions inline. Pilihan tersebut di tujukan terutama bagi pengguna yang lebih nyaman dengan susunan menu seperti generasi Windows terdahulu.
Ketika fitur itu di gunakan, tindakan seperti Cut, Copy, Rename, Share, dan Delete dapat di sajikan secara vertikal. Susunan tersebut berbeda dari desain standar Windows 11 yang menggunakan deretan ikon secara horizontal.
Sementara itu, Microsoft tetap mempertahankan Show more options. Pilihan ini memungkinkan pengguna mengakses context menu bergaya lama.
Keberadaan menu lama masih di butuhkan karena tidak semua aplikasi sudah mengadopsi mekanisme ekstensi terbaru Windows 11. Beberapa perangkat lunak, termasuk 7-Zip, masih memanfaatkan sistem context menu generasi sebelumnya.
Microsoft juga menambahkan fleksibilitas lain. Pengguna dapat memisahkan perintah OneDrive dari ekstensi aplikasi lainnya. Selain itu, opsi Properties dapat di tempatkan pada bagian bawah menu.
Microsoft Terus Membenahi File Explorer
Perubahan pada context menu merupakan bagian dari langkah Microsoft untuk meningkatkan pengalaman menggunakan File Explorer Windows 11 secara menyeluruh.
Sebelumnya, perusahaan juga berupaya menangani sejumlah gangguan yang berkaitan dengan File Explorer. Perbaikan mencakup masalah aplikasi yang berhenti merespons, navigasi, proses mengganti nama berkas, Address Bar, sampai penyajian informasi ukuran file.
Meski demikian, rancangan context menu terbaru belum tersedia secara umum. Microsoft masih mengujinya secara bertahap melalui Windows Insider Program.
Masukan dari pengguna versi pengujian akan menjadi bahan evaluasi sebelum perubahan tersebut menjangkau lebih banyak perangkat. Dengan hadirnya pengaturan yang lebih fleksibel, Microsoft berharap menu klik kanan Windows 11 dapat kembali sederhana, cepat, dan lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna.