Penerbangan Kalimantan Dibatalkan Akibat Kabut Asap – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada aktivitas penerbangan yang menghubungkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan sejumlah wilayah di Kalimantan. Kondisi tersebut menyebabkan puluhan jadwal penerbangan tidak dapat beroperasi karena faktor keselamatan.
Selama periode 22–23 Agustus 2026, sebanyak 43 penerbangan tercatat terkena dampak dan akhirnya di batalkan. Gangguan jarak pandang di sejumlah daerah tujuan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam keputusan tersebut.
Assistant Deputy Communication dan Legal Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan, menjelaskan bahwa pembatalan terjadi selama dua hari. Pada Sabtu (22/8/2026), sebanyak 18 penerbangan tidak dapat beroperasi. Sementara itu, jumlah penerbangan yang di batalkan pada Minggu (23/8/2026) mencapai 25 penerbangan.
Dengan demikian, total penerbangan yang mengalami pembatalan selama periode tersebut mencapai 43 penerbangan.
Kabut Asap Karhutla Memengaruhi Jarak Pandang
Kabut asap yang muncul akibat karhutla dapat mengurangi jarak pandang di sekitar wilayah terdampak. Situasi tersebut menjadi perhatian penting dalam operasional penerbangan karena berkaitan langsung dengan aspek keselamatan.
Yudis menerangkan bahwa gangguan jarak pandang atau visibility di daerah tujuan menjadi faktor utama yang menyebabkan penerbangan di batalkan. Maskapai dan pihak terkait perlu memastikan kondisi penerbangan memenuhi standar keselamatan sebelum pesawat di berangkatkan.
Penerbangan yang terdampak merupakan layanan dari dan menuju beberapa daerah di Kalimantan. Sejumlah bandara tujuan yang terkena pengaruh kondisi tersebut berada di Banjarmasin, Balikpapan, Pontianak, Sampit, hingga Singkawang.
Bandara-bandara itu meliputi Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dengan kode BDJ, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan (BPN), dan Bandara Supadio Pontianak (PNK). Selain itu, penerbangan menuju Bandara H. Asan Sampit (SMQ) serta Bandara Singkawang (SKJ) juga terkena dampak.
Operasional Penerbangan Terus Dipantau
Pihak Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus mengawasi perkembangan operasional penerbangan yang menghubungkan Jakarta dan wilayah Kalimantan. Pemantauan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi terbaru di lapangan.
Pengelola bandara juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menyesuaikan aktivitas penerbangan. Langkah tersebut di perlukan karena situasi kabut asap dapat berubah mengikuti perkembangan karhutla dan kondisi cuaca.
Keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama sebelum penerbangan mendapatkan izin untuk beroperasi. Karena itu, perubahan jadwal maupun pembatalan dapat terjadi apabila kondisi jarak pandang di nilai belum memenuhi persyaratan penerbangan.
Penumpang pun perlu memperhatikan kemungkinan perubahan jadwal selama gangguan kabut asap masih berlangsung.

Ilustrasi bandara.
Maskapai Menangani Penumpang yang Penerbangannya Batal
Penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan akan mendapatkan penanganan melalui maskapai masing-masing. Pengelola Bandara Soekarno-Hatta menyerahkan proses tersebut kepada operator penerbangan sesuai aturan yang berlaku.
Beberapa pilihan penanganan dapat berupa penjadwalan ulang atau reschedule, perubahan rute penerbangan atau rerouting, hingga pengembalian biaya tiket atau refund. Namun, pelaksanaannya mengikuti ketentuan dan kebijakan dari setiap maskapai.
Oleh sebab itu, penumpang di sarankan menghubungi maskapai untuk mengetahui pilihan yang tersedia. Informasi langsung dari maskapai juga penting untuk memastikan jadwal terbaru dan langkah yang harus dilakukan setelah penerbangan di batalkan.
Penumpang sebaiknya tidak langsung menuju bandara sebelum mengetahui kepastian jadwal. Cara tersebut dapat membantu mengurangi risiko terjadinya kepadatan di terminal akibat banyaknya calon penumpang yang menunggu informasi penerbangan.
Calon Penumpang Diminta Memeriksa Status Penerbangan
Pengelola Bandara Soekarno-Hatta mengimbau masyarakat yang berencana terbang menuju Kalimantan agar memeriksa status penerbangan terlebih dahulu. Imbauan terutama di tujukan kepada calon penumpang dengan tujuan daerah yang sedang terkena kabut asap.
Konfirmasi dapat dilakukan langsung melalui maskapai sebelum penumpang berangkat menuju bandara. Selain memastikan keberangkatan, langkah tersebut membantu penumpang mengetahui kemungkinan perubahan jadwal lebih awal.
Pemantauan status penerbangan juga menjadi penting selama kondisi karhutla masih memengaruhi jarak pandang di sejumlah daerah. Jadwal dapat berubah menyesuaikan situasi aktual dan pertimbangan keselamatan penerbangan.
Hingga Senin (24/8/2026) malam, pihak terkait belum menyampaikan angka akumulasi resmi mengenai jumlah penerbangan yang di batalkan pada hari tersebut.
Sementara itu, calon penumpang tetap di anjurkan mengikuti informasi terbaru dari maskapai masing-masing. Dengan memastikan status penerbangan sebelum menuju Bandara Soekarno-Hatta, penumpang dapat mengantisipasi perubahan jadwal maupun pembatalan akibat gangguan kabut asap di Kalimantan.