Kemarau Panjang – Memasuki periode kemarau panjang, kondisi air di kawasan wisata Kawah Putih mengalami perubahan cukup mencolok. Danau yang berada di Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, itu mengalami penyusutan debit air pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Meski permukaan air berkurang, aktivitas pariwisata di Kawah Putih tetap berjalan seperti biasa. Wisatawan masih berdatangan untuk menikmati panorama kawah sekaligus mengabadikan momen di sejumlah titik foto.
Kondisi kemarau membuat genangan air kini lebih banyak terkonsentrasi di bagian tengah kawah. Sementara itu, area yang sebelumnya tertutup air mulai memperlihatkan hamparan batu kapur berwarna putih.
Perubahan tersebut justru menghadirkan pemandangan berbeda bagi pengunjung. Sebagian wisatawan memanfaatkan area yang mengering sebagai lokasi berfoto bersama keluarga maupun kerabat.
Wisatawan Tetap Menikmati Panorama Kawah Putih
Penyusutan air tidak membuat wisatawan kehilangan pilihan untuk menikmati kawasan Kawah Putih. Selain berfoto di area yang mulai mengering, pengunjung juga memanfaatkan jembatan dan sky bridge yang berada di sekitar bagian tengah kawasan.
Dari lokasi tersebut, wisatawan dapat melihat perubahan permukaan danau dengan lebih jelas. Hamparan batu kapur yang muncul akibat surutnya air juga memberikan karakter berbeda pada lanskap Kawah Putih.
Selain menikmati area utama kawah, beberapa pengunjung memilih melanjutkan perjalanan menuju kawasan Sunan Ibu. Lokasi yang berada di bagian lebih tinggi tersebut menawarkan sejumlah titik untuk menikmati pemandangan dari sudut berbeda.
Dari kawasan Sunan Ibu, wisatawan dapat melihat panorama Kawah Putih dengan latar pepohonan hijau yang mengelilinginya. Kondisi tersebut membuat kawasan ini tetap memiliki daya tarik meskipun volume air sedang mengalami penurunan.
Penyusutan Air Berkaitan dengan Musim Kemarau
Manajer Klaster Ciwidey PT Palawi Risorsis, Dudung Suhaeri, menjelaskan bahwa fenomena penyusutan air bukan kejadian yang baru terjadi. Kondisi serupa kerap muncul ketika wilayah tersebut memasuki musim kemarau dalam waktu panjang.
Menurut Dudung, air yang mengisi kawasan Kawah Putih sebagian besar berasal dari curah hujan. Karena itu, berkurangnya intensitas hujan akan memengaruhi jumlah air yang tertampung di kawasan kawah.
Pada musim kemarau, pasokan air hujan menurun sehingga permukaan danau ikut menyusut. Sebaliknya, genangan akan kembali bertambah setelah hujan mulai rutin mengguyur kawasan Rancabali dan sekitarnya.
Dudung memperkirakan penyusutan yang terjadi saat ini telah mencapai sekitar 50 persen dibandingkan kondisi air sebelumnya. Akibatnya, genangan terlihat lebih dominan di bagian tengah.
Sementara itu, sisi danau yang mulai mengering memperlihatkan batuan kapur putih. Pemandangan tersebut menciptakan bentuk menyerupai garis tepian yang mengelilingi sisa genangan air.

Kondisi air danau Kawah Putih, Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Selasa (25/8/2026).
Kondisi Air Tak Berdampak Besar pada Kunjungan
Meskipun debit air Kawah Putih mengalami penurunan cukup signifikan, pengelola belum melihat dampak berarti terhadap jumlah wisatawan. Pengunjung masih datang dan menikmati berbagai daya tarik yang tersedia di kawasan tersebut.
Bahkan, perubahan lanskap akibat penyusutan air memberikan alternatif menarik bagi pencinta fotografi. Area yang biasanya tertutup air kini membentuk tepian baru sehingga menawarkan sudut pengambilan gambar yang berbeda.
Fenomena tersebut menjadi salah satu alasan wisatawan tetap antusias mengabadikan suasana Kawah Putih. Selain latar danau, pengunjung dapat memanfaatkan batuan kapur, jembatan, hingga panorama dari kawasan Sunan Ibu sebagai lokasi berfoto.
Dengan demikian, penyusutan air tidak sepenuhnya mengurangi pesona destinasi tersebut. Sebaliknya, kondisi alam yang berubah memberikan pengalaman visual berbeda bagi wisatawan yang datang ketika musim kemarau.
Kunjungan Sempat Tembus 5.000 Orang per Hari
Dudung juga mengungkapkan adanya peningkatan jumlah wisatawan menjelang dan selama momentum libur panjang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada periode tersebut, Kawah Putih mencatat sekitar 5.000 kunjungan wisatawan setiap hari. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan hari biasa meskipun jumlah pengunjung tidak sampai menimbulkan kepadatan berlebihan.
Menurut pengelola, peningkatan itu cukup menarik karena tren kunjungan pada periode serupa sebelumnya cenderung menurun secara bertahap. Namun, momentum libur Agustus 2026 justru membawa lebih banyak wisatawan ke kawasan tersebut.
Kondisi ini menunjukkan Kawah Putih masih menjadi salah satu destinasi wisata alam yang diminati di kawasan Bandung Selatan. Panorama kawah, udara pegunungan, serta beragam titik untuk menikmati pemandangan tetap menjadi daya tarik utama.
Meski kemarau panjang membuat air danau menyusut, wisatawan masih memiliki banyak pilihan aktivitas selama berada di kawasan Kawah Putih. Perubahan kondisi alam bahkan menghadirkan panorama berbeda yang tidak selalu dapat ditemukan ketika permukaan air sedang tinggi.
Nantinya, ketika intensitas hujan kembali meningkat, genangan air diperkirakan akan bertambah secara alami. Sementara menunggu perubahan musim tersebut, Kawah Putih tetap terbuka sebagai destinasi wisata dengan karakter lanskap yang khas selama periode kemarau.