BYD – kembali memperluas pilihan kendaraan listriknya dengan menyiapkan model baru bernama Great Seagull atau Da Hainiao. Mobil listrik tersebut di jadwalkan hadir di pasar China pada 2026 dan akan melengkapi keluarga hatchback listrik BYD.
Great Seagull memiliki ukuran tubuh lebih besar daripada Seagull reguler. Di Indonesia, Seagull sendiri hadir menggunakan nama BYD Atto 1. Dengan dimensi yang bertambah, model baru ini berpotensi menawarkan ruang kabin lebih luas tanpa meninggalkan konsep hatchback kompak.
General Manager BYD Ocean Network Sales Division, Zhang Zhuo, mengonfirmasi kehadiran mobil tersebut dalam ajang Chengdu Auto Show 2026. Sebelumnya, dokumen Great Seagull sudah muncul dalam pengajuan izin penjualan di China pada Juli 2026.
Kemunculan dokumen tersebut sempat memunculkan dugaan bahwa kendaraan ini merupakan generasi penerus Seagull. Namun, BYD kemudian memberikan kepastian bahwa Great Seagull akan berdiri sebagai model berbeda.
Dalam jajaran produk BYD, mobil listrik ini akan menempati posisi di antara Seagull dan Dolphin. Dengan demikian, BYD mempunyai pilihan hatchback listrik yang semakin beragam berdasarkan ukuran, tenaga, serta kebutuhan konsumen.
BYD Great Seagull Punya Dimensi Lebih Besar
Ukuran menjadi salah satu pembeda utama antara Great Seagull dan Seagull reguler. Mobil listrik baru tersebut mempunyai panjang 4.205 mm dan lebar 1.810 mm. Sementara itu, tingginya mencapai 1.570 mm dengan jarak sumbu roda 2.650 mm.
Jika di bandingkan dengan Seagull reguler, bodi Great Seagull lebih panjang sekitar 425 mm. Bahkan, selisih panjang mobil tersebut dengan BYD Dolphin hanya berkisar 65 mm.
Dimensi yang lebih besar tentunya membuka peluang bagi BYD untuk menghadirkan ruang penumpang dan penyimpanan lebih lapang. Meski begitu, Great Seagull tetap membawa bentuk hatchback kompak sehingga masih sesuai untuk penggunaan di kawasan perkotaan.
Selain itu, BYD membekali kendaraan ini dengan pelek berdiameter 16 inci. Pelek tersebut di padukan dengan ban berukuran 205/60. Adapun bobot kosong kendaraan berada pada rentang 1.180 kg sampai 1.255 kg, bergantung pada konfigurasi yang di pilih.
Jarak Tempuh Great Seagull Mencapai 420 Km
Selain menawarkan ukuran lebih besar, BYD juga menyiapkan performa yang cukup menarik. Great Seagull mengandalkan satu motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga 95 kW atau sekitar 127 tk.
Untuk menyuplai energi, BYD menggunakan baterai jenis lithium iron phosphate (LFP) produksi FinDreams. Konsumen nantinya mendapatkan dua pilihan kapasitas baterai, yaitu 30 kWh dan 39,2 kWh.
Berdasarkan kapasitas baterainya, Great Seagull menawarkan jarak tempuh antara 320 km hingga 420 km menurut pengujian CLTC. Sementara itu, kecepatan tertingginya di klaim mencapai 150 kpj.
Spesifikasi tersebut sekaligus memperjelas posisi Great Seagull di bawah beberapa varian Dolphin. Di pasar China, Dolphin tersedia dengan sejumlah pilihan motor. Tenaganya mulai dari 70 kW atau sekitar 94 tk hingga 150 kW atau sekitar 201 tk.
Oleh karena itu, Great Seagull berpotensi menjadi pilihan bagi konsumen yang membutuhkan mobil lebih besar daripada Seagull, tetapi belum memerlukan performa seperti varian Dolphin bertenaga tinggi.

BYD Great Seagull
Sensor LiDAR Hadir di Bagian Atap
Teknologi bantuan berkendara juga menjadi salah satu daya tarik Great Seagull. Mobil tersebut sebelumnya tertangkap kamera ketika menjalani pengujian di jalan raya China.
Salah satu kendaraan uji berwarna hijau terlihat membawa sensor LiDAR pada bagian atap. Perangkat ini menjadi bagian dari teknologi bantuan pengemudi DiPilot 300, yang juga di kenal sebagai God’s Eye B.
Teknologi tersebut mendukung fitur Navigate On Autopilot atau NOA. Sistem ini di rancang untuk membantu pengendara ketika melaju di kawasan perkotaan maupun jalan bebas hambatan.
Sementara itu, foto kendaraan uji juga memberikan sedikit gambaran mengenai desain interiornya. Kabin Great Seagull terlihat memakai layar tengah bergaya floating.
Selain layar tersebut, BYD menempatkan tuas transmisi di area belakang kemudi. Selanjutnya, bagian tengah kabin di lengkapi konsol berukuran cukup besar. Tata letak tersebut menunjukkan bahwa Great Seagull berusaha menawarkan kabin yang praktis sekaligus modern.
Persaingan Hatchback Listrik China Semakin Ketat
Kehadiran Great Seagull membuat portofolio hatchback listrik BYD semakin lengkap. Model ini akan masuk ke segmen yang sudah di huni sejumlah kendaraan listrik dari produsen China lainnya.
Great Seagull di perkirakan bakal bersaing dengan beberapa model, termasuk Geely Xingyuan dan GAC Aion UT. Karena itu, harga kemungkinan menjadi salah satu faktor penting untuk menentukan daya saing kendaraan terbaru BYD tersebut.
BYD sendiri masih mencatat penjualan yang cukup kuat melalui Seagull dan Dolphin. Sepanjang Juli 2026, perusahaan mengirimkan sebanyak 8.879 unit Seagull kepada konsumen di China. Pada periode yang sama, Dolphin membukukan pengiriman 13.910 unit.
Sampai sekarang, BYD belum mengumumkan harga resmi Great Seagull. Produsen otomotif asal China tersebut juga belum memberikan kepastian mengenai rencana pemasaran kendaraan ini di luar pasar domestiknya.
Dengan ukuran lebih besar daripada Atto 1, pilihan baterai hingga 39,2 kWh, jarak tempuh maksimum 420 km, serta dukungan teknologi LiDAR, Great Seagull berpotensi memperkuat posisi BYD di pasar mobil listrik kompak. Kehadirannya juga memberikan pilihan baru bagi konsumen yang menginginkan kendaraan di antara Seagull dan Dolphin.