Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 – kembali menjadi ruang promosi yang efektif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner tradisional. Berbagai makanan dan minuman khas Bali berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung yang datang ke kawasan Art Center Denpasar. Antusiasme tersebut tidak hanya terlihat dari ramainya stan kuliner, tetapi juga dari peningkatan nilai transaksi yang di capai para pelaku UMKM selama pelaksanaan acara.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki daya tarik yang kuat di tengah berkembangnya tren makanan modern. Ragam hidangan khas daerah menjadi pilihan utama karena menawarkan cita rasa autentik sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada masyarakat luas.
Kuliner Tradisional Menjadi Daya Tarik Utama Pengunjung
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, Try Arya Dhyana Kubontubuh, menjelaskan bahwa sejumlah menu tradisional menjadi favorit pengunjung selama penyelenggaraan PKB 2026. Salah satu hidangan yang paling banyak di minati adalah babi guling, yang sejak lama di kenal sebagai kuliner khas Bali dengan cita rasa yang kuat.
Selain menu utama tersebut, berbagai minuman tradisional juga mendapat respons positif dari masyarakat. Cendol menjadi salah satu minuman yang paling banyak di buru, terutama untuk menyegarkan diri saat menikmati suasana festival. Sementara itu, jajanan tradisional seperti laklak dan hidangan khas berupa serombotan juga mencatat permintaan yang tinggi dari para pengunjung.
Tingginya minat terhadap makanan khas daerah membuktikan bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Baik wisatawan maupun warga lokal yang menghadiri Pesta Kesenian Bali.
Omzet UMKM Menunjukkan Tren Positif
Peningkatan jumlah pembeli turut berdampak pada pendapatan para pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam ajang budaya tahunan tersebut. Selama periode kloter pertama yang berlangsung pada 13 hingga 27 Juni 2026. Total omzet yang berhasil di bukukan mencapai sekitar Rp2,5 miliar.
Capaian tersebut menjadi modal positif untuk memasuki pelaksanaan kloter kedua. Pemerintah Provinsi Bali optimistis nilai transaksi akan terus meningkat hingga akhir penyelenggaraan acara. Target omzet sebesar Rp5 miliar yang pernah di raih pada penyelenggaraan tahun sebelumnya di harapkan dapat kembali tercapai pada PKB 2026.
Optimisme tersebut di dukung oleh tingginya jumlah pengunjung yang terus memadati area pameran. Serta meningkatnya minat masyarakat terhadap produk-produk lokal yang di tawarkan oleh para pelaku usaha.

Foto: Suasana masyarakat jalan-jalan ke Pesta Kesenian Bali di Art Center, Denpasar, Selasa (30/6/2026).
Skema Dua Kloter Dinilai Lebih Efektif
Pelaksanaan PKB 2026 menghadirkan kebijakan baru berupa pembagian peserta UMKM ke dalam dua kloter. Skema ini di terapkan sebagai hasil evaluasi dari penyelenggaraan tahun sebelumnya yang di nilai belum memberikan kesempatan usaha secara merata kepada seluruh peserta.
Melalui sistem tersebut, lebih banyak pelaku UMKM memperoleh kesempatan untuk memasarkan produknya selama festival berlangsung. Selain itu, jumlah stan yang di kurangi dari 52 menjadi 37 memberikan ruang yang lebih luas bagi pengunjung untuk menikmati makanan maupun beristirahat.
Penataan area yang lebih lapang di nilai mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung. Dengan kondisi tersebut, potensi transaksi di setiap stan juga di perkirakan semakin besar karena arus pengunjung menjadi lebih tertata dan mudah menjangkau setiap pelaku usaha.
Pengunjung Menikmati Beragam Pilihan Kuliner Lokal
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pengunjung yang membeli lebih dari satu jenis makanan maupun minuman tradisional. Salah seorang pengunjung, Diah Ayu, mengaku tertarik mencoba berbagai kuliner yang tersedia karena pilihan menunya sangat beragam.
Ia memilih beberapa makanan khas seperti laklak, serombotan, rujak, serta es daluman sebagai pelengkap kunjungannya di kawasan Art Center. Menurutnya, selain memiliki cita rasa yang lezat, harga makanan yang di tawarkan juga masih terjangkau. Sehingga pengunjung dapat menikmati lebih banyak pilihan kuliner tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Pengalaman tersebut mencerminkan bahwa keberadaan stan kuliner tradisional tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi pengunjung. Tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman budaya yang melengkapi rangkaian acara Pesta Kesenian Bali.
PKB Menjadi Sarana Promosi UMKM dan Pelestarian Kuliner Daerah
Pesta Kesenian Bali tidak hanya berfungsi sebagai ajang pelestarian seni dan budaya, tetapi juga menjadi media strategis untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif. Kehadiran ratusan produk kuliner tradisional membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Sekaligus memperkenalkan makanan khas Bali kepada masyarakat yang lebih luas.
Melalui tingginya minat pengunjung terhadap hidangan tradisional, PKB 2026 membuktikan bahwa warisan kuliner daerah tetap memiliki daya saing di tengah perubahan tren konsumsi. Dukungan pemerintah melalui penyelenggaraan festival budaya seperti ini di harapkan mampu meningkatkan pendapatan UMKM. Sekaligus menjaga keberlangsungan kuliner tradisional sebagai bagian penting dari identitas budaya Bali.