Piala Dunia 2026 – Kejutan besar kembali terjadi pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah Timnas Jerman harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat. Tim berjuluk Die Mannschaft gagal melaju ke babak 16 besar usai di kalahkan Paraguay melalui drama adu penalti dengan skor 4-3 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Pertandingan yang berlangsung di Boston Stadium, Amerika Serikat, pada Selasa (30/6/2026) pagi WIB tersebut menjadi salah satu laga paling menarik di fase gugur. Meski menguasai jalannya pertandingan hampir sepanjang waktu, Jerman tidak mampu mengonversi dominasi mereka menjadi kemenangan.

Kekalahan ini juga mencatat sejarah baru yang kurang menyenangkan bagi sepak bola Jerman. Untuk pertama kalinya, Die Mannschaft harus menelan kekalahan dalam adu penalti di ajang Piala Dunia. Hasil tersebut memunculkan berbagai kritik terhadap performa tim asuhan Julian Nagelsmann yang di nilai belum mampu memenuhi ekspektasi sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.

Dominasi Jerman Tidak Berbuah Kemenangan

Sejak peluit awal di bunyikan, Jerman langsung mengambil inisiatif menyerang. Penguasaan bola mereka mencapai sekitar 79 persen, sementara Paraguay lebih memilih bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik cepat.

Meski mendominasi permainan, efektivitas menjadi persoalan utama Die Mannschaft. Pada babak pertama, mereka gagal menciptakan satu pun tembakan tepat sasaran walaupun beberapa kali berhasil memasuki area pertahanan lawan.

Sebaliknya, Paraguay tampil jauh lebih efisien. Kesempatan emas yang di dapat berhasil di maksimalkan menjadi gol pembuka melalui Julio Enciso pada menit ke-42. Gol tersebut tercipta setelah terjadi kemelut di depan gawang Manuel Neuer yang gagal di antisipasi lini pertahanan Jerman.

Memasuki babak kedua, Jerman meningkatkan intensitas serangan. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil ketika Kai Havertz sukses menyamakan skor melalui sundulan kepala setelah menerima umpan matang dari Florian Wirtz.

Gol tersebut membuat pertandingan semakin terbuka. Jerman terus menggempur pertahanan Paraguay, sedangkan wakil Amerika Selatan tetap disiplin menjaga organisasi permainan sambil sesekali melancarkan serangan balik yang berbahaya.

Gol Dianulir dan Adu Penalti Menjadi Penentu

Tekanan yang dilakukan Jerman terus berlanjut hingga babak tambahan waktu. Mereka bahkan sempat mencetak gol melalui Jonathan Tah yang sempat di sambut selebrasi para pemain.

Namun, harapan tersebut sirna setelah Video Assistant Referee (VAR) melakukan peninjauan. Wasit memutuskan gol tersebut tidak sah karena terjadi pelanggaran terhadap penjaga gawang Paraguay dalam proses terciptanya gol.

Keputusan tersebut membuat skor tetap bertahan 1-1 hingga 120 menit pertandingan selesai. Laga pun harus di tentukan melalui adu penalti.

Pada babak tos-tosan, Paraguay tampil lebih tenang dan percaya diri. Para eksekutor mereka mampu menjalankan tugas dengan baik sehingga berhasil mengamankan kemenangan 4-3 sekaligus memastikan tiket menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Sementara itu, kegagalan beberapa penendang Jerman membuat langkah mereka harus terhenti lebih awal. Kekalahan ini menjadi salah satu hasil paling mengejutkan sepanjang fase gugur turnamen.

Bek Timnas Jerman, Nathaniel Brown, dan gelandang Timnas Paraguay Miguel Almiron, berebut bola dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026

Bek Timnas Jerman, Nathaniel Brown, dan gelandang Timnas Paraguay Miguel Almiron, berebut bola dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Jerman dan Paraguay di Boston Stadium, Foxborough, pada Selasa (30/6/2026) dini hari WIB.

Timo Scheunemann Soroti Performa Tim Jerman

Pelatih Timnas Indonesia Putri U-16, Timo Scheunemann, turut memberikan pandangannya mengenai performa Jerman pada pertandingan tersebut. Menurut pelatih berkebangsaan Jerman itu, kekalahan Die Mannschaft bukan hanya di sebabkan hasil adu penalti, tetapi juga karena kualitas permainan yang di nilai jauh dari harapan.

Ia menilai tim asuhan Julian Nagelsmann tampil tanpa kreativitas dan kesulitan menciptakan peluang yang benar-benar berbahaya meski mendominasi penguasaan bola.

Selain itu, Timo juga menyoroti performa sejumlah pemain yang di anggap bermain di bawah kemampuan terbaik mereka. Salah satu nama yang mendapat perhatian adalah Florian Wirtz. Menurutnya, gelandang muda tersebut memiliki kualitas yang jauh lebih tinggi di banding penampilannya pada laga melawan Paraguay.

Timo juga berpendapat bahwa dominasi statistik tidak selalu mencerminkan kualitas permainan apabila tidak di iringi penyelesaian akhir yang efektif. Banyak serangan Jerman berakhir sia-sia akibat umpan yang kurang akurat maupun pengambilan keputusan yang kurang tepat di sepertiga akhir lapangan.

Kualitas Tim Dinilai Belum Layak Menjadi Kandidat Juara

Lebih jauh, Timo Scheunemann menilai kualitas skuad Jerman saat ini belum cukup kuat untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia. Menurutnya, tim tersebut masih kekurangan pemain yang benar-benar mampu tampil sebagai pembeda pada pertandingan-pertandingan besar.

Ia beranggapan bahwa apabila Jerman berhasil melewati Paraguay sekalipun, mereka kemungkinan besar akan menghadapi kesulitan saat bertemu tim-tim unggulan lain seperti Prancis yang di nilai memiliki kualitas individu dan kolektivitas lebih baik.

Menurut Timo, sebuah tim yang ingin menjadi juara dunia membutuhkan konsistensi tinggi dari seluruh pemain. Setiap individu harus mampu tampil maksimal dalam setiap pertandingan, terutama pada fase gugur yang penuh tekanan.

Sebaliknya, Jerman justru memperlihatkan banyak kesalahan mendasar, mulai dari distribusi bola yang kurang presisi hingga penyelesaian akhir yang tidak efektif. Kondisi tersebut membuat dominasi permainan mereka gagal menghasilkan kemenangan.

Ada Perkembangan Positif, Tetapi Masih Perlu Banyak Pembenahan

Walaupun mengkritik performa Die Mannschaft, Timo mengakui terdapat beberapa perkembangan positif di bandingkan beberapa tahun terakhir. Ia melihat suasana di dalam tim terlihat lebih solid dan kerja sama antarpemain mulai menunjukkan peningkatan.

Namun, perkembangan tersebut di nilai belum cukup untuk membawa Jerman kembali menjadi salah satu favorit juara di Piala Dunia 2026. Menurutnya, kualitas permainan secara keseluruhan masih berada pada level menengah jika di bandingkan dengan negara-negara papan atas dunia.

Tersingkirnya Jerman menjadi pengingat bahwa penguasaan bola dan dominasi pertandingan belum tentu menjamin kemenangan. Efektivitas, ketenangan dalam memanfaatkan peluang, serta kemampuan tampil konsisten di bawah tekanan tetap menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan di turnamen sebesar Piala Dunia.

Dengan hasil ini, Paraguay melangkah ke babak 16 besar dengan penuh percaya diri, sementara Jerman harus pulang lebih awal dan menghadapi evaluasi menyeluruh untuk membangun kembali kekuatan mereka menuju kompetisi internasional berikutnya.