Warisan Budaya Takbenda Indonesia menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjaga keberagaman budaya yang tersebar di berbagai daerah. Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia terus mengajak masyarakat untuk mendaftarkan berbagai karya budaya lokal agar mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTBI). Langkah ini bertujuan memastikan berbagai tradisi, pengetahuan, hingga hasil kreativitas masyarakat tetap terlindungi dan dapat di wariskan kepada generasi berikutnya.
Pemerintah menetapkan target besar pada tahun ini dengan mendorong pengesahan sedikitnya 1.000 karya budaya sebagai WBTBI. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat identitas budaya Indonesia di tengah perkembangan dunia yang semakin modern.
Direktur Warisan Budaya Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi (Ditjen PKT) Kementerian Kebudayaan RI, Agus Widiatmoko, menyebut jumlah karya budaya yang telah masuk dalam daftar pendaftaran saat ini terus mengalami peningkatan. Hingga kini, jumlahnya telah mendekati 1.725 karya budaya dan angka tersebut masih berpotensi bertambah.
Menurut Agus, Kemenbud membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengajukan budaya daerah masing-masing. Setiap usulan nantinya akan melalui proses kajian oleh para ahli sebelum mendapatkan penetapan resmi sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Beragam Bentuk Budaya Bisa Diajukan sebagai WBTBI
Kemenbud menjelaskan bahwa masyarakat dapat mengusulkan berbagai bentuk kebudayaan yang memiliki nilai sejarah, sosial, dan kearifan lokal. Tidak hanya kesenian tradisional, cakupan WBTBI juga meliputi berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia.
Beberapa kategori yang dapat masuk dalam proses pengajuan antara lain ritus atau upacara adat, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, permainan rakyat, seni pertunjukan, tradisi lisan, hingga manuskrip kuno.
Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian besar terhadap produk kuliner tradisional dan pengobatan warisan leluhur. Kedua bidang tersebut mencerminkan hubungan erat antara masyarakat Indonesia dengan lingkungan geografis serta perjalanan sejarah yang berlangsung selama ribuan tahun.
Agus menjelaskan bahwa makanan tradisional memiliki nilai budaya yang kuat karena setiap daerah memiliki karakteristik berbeda. Perbedaan kondisi alam, bahan baku, serta kebiasaan masyarakat membentuk ragam kuliner khas yang tidak di temukan di wilayah lain.
Hal serupa juga berlaku bagi jamu sebagai salah satu bentuk pengetahuan kesehatan tradisional Indonesia. Pemerintah terus mendorong pelestarian jamu karena warisan pengetahuan tersebut telah mendapatkan pengakuan internasional melalui penetapan sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO.

Direktur Warisan Budaya Ditjen PKT Kementerian Kebudayaan RI.
Penguatan Narasi Menjadi Tantangan Utama
Meski Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, proses pengajuan WBTBI masih menghadapi sejumlah tantangan. Agus menyebut hambatan terbesar bukan terletak pada minimnya budaya yang di miliki masyarakat, melainkan pada kemampuan menyusun narasi yang menjelaskan nilai penting sebuah karya budaya.
Selama ini, banyak masyarakat mewariskan budaya melalui ingatan kolektif dari generasi ke generasi. Cara tersebut membuat tradisi tetap hidup, tetapi sering kali menyulitkan ketika masyarakat harus menuangkan sejarah, makna, dan nilai budaya tersebut dalam bentuk tulisan yang sistematis.
Karena itu, Kemenbud membutuhkan keterlibatan para ahli Warisan Budaya Indonesia untuk membantu melakukan kajian serta memperkuat substansi setiap usulan. Narasi yang lengkap dan kuat menjadi bagian penting dalam proses penilaian sebuah karya budaya.
Agus menilai masyarakat perlu mulai membangun dokumentasi budaya sejak dini. Dengan catatan yang lebih baik, setiap budaya daerah akan memiliki dasar yang kuat ketika pemerintah mengusulkannya ke tingkat internasional.
WBTBI Memperkuat Peluang Pengakuan UNESCO
Penyusunan narasi budaya yang berkualitas tidak hanya berguna untuk proses penetapan nasional. Dokumentasi tersebut juga menjadi bekal penting apabila Indonesia ingin mengajukan warisan budaya tertentu kepada UNESCO.
Pemerintah melihat pengakuan internasional sebagai langkah lanjutan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. Namun, sebelum mencapai tahap tersebut, setiap budaya harus memiliki kajian mendalam mengenai sejarah, nilai, serta keberlanjutan tradisinya.
Melalui program Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Kemenbud berharap masyarakat semakin aktif menjaga budaya lokal. Partisipasi publik menjadi kunci agar keberagaman budaya Indonesia tetap bertahan dan terus berkembang sesuai perubahan zaman.
Dengan jumlah budaya yang sangat beragam, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi sebagai negara dengan kekayaan budaya terbesar di dunia. Oleh karena itu, pendaftaran dan pelestarian budaya lokal menjadi langkah penting untuk menjaga warisan bangsa bagi masa depan.