Try Sutrisno – Indonesia kembali berduka atas wafatnya salah satu tokoh nasional yang memiliki peran penting dalam sejarah ketatanegaraan dan militer Tanah Air. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, meninggal dunia pada Senin, 2 Maret, sekitar pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
Kabar kepergian almarhum di konfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang menyampaikan ungkapan belasungkawa mendalam atas wafatnya tokoh senior tersebut. Kepergian Try Sutrisno menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa Indonesia yang mengenal dedikasi dan pengabdiannya selama puluhan tahun.
Jenazah almarhum di rencanakan akan di semayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jalan Purwakarta No. 6, Menteng, Jakarta Pusat, sebelum proses penghormatan terakhir di laksanakan.
Profil Singkat Try Sutrisno
Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Ia di kenal sebagai perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia militer sebelum akhirnya di percaya mengemban amanah sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6.
Karier militernya berkembang melalui berbagai penugasan strategis dan tanggung jawab penting di lingkungan TNI. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman lapangan yang kuat, Try Sutrisno menapaki jenjang kepemimpinan hingga mencapai pangkat jenderal.
Sebagai sosok yang di besarkan dalam lingkungan militer, ia di kenal memiliki karakter tegas, disiplin, serta komitmen tinggi terhadap negara dan konstitusi.
Peran dalam Operasi Militer Nasional
Sebelum menjabat sebagai wakil presiden, Try Sutrisno terlibat dalam sejumlah operasi militer yang menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia. Salah satu di antaranya adalah keterlibatannya dalam upaya penumpasan Gerakan 30 September (G30S/PKI), yang merupakan peristiwa krusial dalam dinamika politik nasional pada pertengahan dekade 1960-an.
Selain itu, ia juga berperan dalam Operasi Seroja di Timor Timur. Operasi tersebut menjadi salah satu misi militer besar yang di jalankan Indonesia pada masa itu. Keterlibatan Try Sutrisno dalam berbagai operasi menunjukkan peran strategisnya sebagai perwira yang di percaya dalam penugasan-penugasan penting negara.
Pengalaman tersebut turut membentuk perspektif dan pendekatannya dalam melihat persoalan keamanan, stabilitas, serta pertahanan nasional.

Wapres ke-6 RI Try Sutrisno menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila Kemlu RI, Jakarta, Senin (2/6/2025).
Kiprah sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia
Setelah meniti karier panjang di dunia militer, Try Sutrisno di percaya untuk menduduki jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6. Posisi tersebut menjadi puncak pengabdian formalnya dalam struktur pemerintahan sipil.
Dalam kapasitasnya sebagai wakil presiden, ia mendampingi kepemimpinan nasional pada masa yang penuh dinamika politik dan pembangunan. Latar belakang militernya memberi warna tersendiri dalam gaya kepemimpinan dan cara pandangnya terhadap isu-isu strategis. Khususnya yang berkaitan dengan stabilitas nasional, pertahanan, serta ketahanan negara.
Keberadaannya dalam pemerintahan mencerminkan peran signifikan kalangan militer dalam struktur kepemimpinan Indonesia pada periode tersebut.
Sosok yang Tetap Aktif dalam Isu Kebangsaan
Meskipun telah purna tugas dari jabatan resmi kenegaraan, Try Sutrisno tetap di kenal sebagai tokoh senior yang aktif menyampaikan pandangan terkait isu-isu strategis nasional. Ia kerap memberikan pendapat mengenai dinamika politik, keamanan, serta arah pembangunan bangsa.
Pandangan dan pernyataannya sering menjadi perhatian publik, terutama karena pengalamannya yang luas dalam bidang militer dan pemerintahan. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusinya terhadap bangsa tidak berhenti setelah masa jabatannya berakhir.
Warisan Pengabdian untuk Bangsa
Wafatnya Try Sutrisno meninggalkan jejak sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia. Dari medan tugas militer hingga kursi Wakil Presiden Republik Indonesia, perjalanan hidupnya mencerminkan dedikasi terhadap negara.
Sebagai tokoh yang lahir dan besar dalam tradisi pengabdian, Try Sutrisno menjadi bagian dari generasi pemimpin yang mengalami langsung berbagai fase penting dalam sejarah Indonesia. Kepergiannya menjadi momentum refleksi atas peran para tokoh nasional dalam membangun dan menjaga kedaulatan bangsa.
Bangsa Indonesia pun mengenang almarhum sebagai figur yang berpengaruh dalam dunia militer dan pemerintahan. Serta sebagai pribadi yang konsisten menyuarakan pandangan tentang masa depan negara hingga akhir hayatnya.