Timnas Belgia – Pertandingan uji coba internasional antara Timnas Belgia dan Timnas Amerika Serikat yang berlangsung pada Sabtu (28/3/2026) menghadirkan duel menarik sekaligus dramatis. Dalam laga yang menjadi bagian dari agenda FIFA Matchday, Belgia berhasil menunjukkan mentalitas kuat dengan membalikkan keadaan dan menang telak dengan skor 5-2.

Pertandingan ini tidak hanya sekadar uji coba biasa, melainkan menjadi ajang penting bagi kedua tim dalam mempersiapkan diri menuju Piala Dunia FIFA 2026 yang akan di gelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Jalannya Pertandingan: Keunggulan Awal AS yang Berbalik Arah

Di awal pertandingan, Amerika Serikat yang di latih oleh Mauricio Pochettino tampil cukup solid. Mereka berhasil membuka keunggulan terlebih dahulu melalui gol dari Weston McKennie pada menit ke-39. Gol tersebut sempat memberikan harapan bagi tuan rumah untuk mengontrol jalannya pertandingan.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Menjelang akhir babak pertama, Belgia berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan jarak jauh dari Zeno Debast. Gol ini menjadi titik balik momentum yang mengubah arah pertandingan secara signifikan.

Dominasi Belgia di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Belgia tampil jauh lebih agresif dan terorganisir. Mereka langsung mengambil alih kendali permainan dan berhasil mencetak gol kedua melalui Amadou Onana pada menit ke-53.

Tidak lama berselang, Belgia kembali menambah keunggulan lewat eksekusi penalti yang sukses di lakukan oleh Charles De Ketelaere. Penalti tersebut di berikan setelah insiden handball oleh kapten Amerika Serikat, Tim Ream, yang telah di konfirmasi melalui teknologi VAR.

Keunggulan Belgia semakin melebar setelah Dodi Lukebakio mencetak gol pada menit ke-68, menjadikan skor 4-1. Dominasi Belgia pada fase ini menunjukkan kualitas permainan yang jauh lebih efektif di bandingkan lawan.

Performa Gemilang Jeremy Doku dan Kontribusi Lukebakio

Salah satu faktor kunci kemenangan Belgia adalah penampilan impresif dari Jeremy Doku di sisi sayap kiri. Kecepatan dan kemampuan dribbling yang di milikinya mampu memberikan tekanan konstan terhadap lini pertahanan Amerika Serikat.

Kontribusi Doku terlihat jelas dalam proses terciptanya gol kelima Belgia. Umpan tarik yang ia bantu bangun memungkinkan Lukebakio mencetak gol keduanya pada menit ke-81. Kombinasi serangan yang terstruktur dan efektif menjadi bukti kekuatan lini ofensif Belgia.

Timnas Belgia

Mauricio Pochettino, Pelatih Kepala Amerika Serikat, menyaksikan pertandingan persahabatan internasional antara Amerika Serikat dan Belgia di Stadion Mercedes-Benz.

Upaya Perlawanan Amerika Serikat

Meski tertinggal jauh, Amerika Serikat tidak sepenuhnya menyerah. Mereka berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-87 melalui gol yang di cetak oleh Patrick Agyemang setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Belgia.

Namun, gol tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil akhir pertandingan. Skor 5-2 tetap bertahan hingga peluit panjang di bunyikan.

Evaluasi dan Persiapan Menuju Piala Dunia 2026

Dalam pernyataannya setelah pertandingan, Pochettino mengakui bahwa hasil tersebut cukup menyakitkan bagi timnya. Meski demikian, ia tetap melihat adanya sisi positif, terutama dari performa tim pada babak pertama.

Kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi Amerika Serikat, terutama mengingat ambisi mereka untuk mencapai babak semifinal pada Piala Dunia 2026. Hingga saat ini, performa USMNT di bawah kepemimpinan Pochettino masih menunjukkan inkonsistensi, khususnya saat menghadapi tim-tim dari Eropa.

Di sisi lain, Belgia menunjukkan kesiapan yang semakin matang. Kemenangan ini menjadi modal berharga menjelang laga uji coba berikutnya melawan Meksiko.

Kesimpulan

Pertandingan antara Belgia dan Amerika Serikat ini memperlihatkan perbedaan kualitas permainan yang cukup signifikan, terutama di babak kedua. Belgia berhasil menunjukkan efektivitas serangan, kedisiplinan taktik, serta mentalitas kuat dalam membalikkan keadaan.

Sementara itu, Amerika Serikat perlu melakukan evaluasi mendalam untuk memperbaiki performa mereka sebelum menghadapi kompetisi besar di level dunia. Dengan waktu persiapan yang semakin terbatas, kedua tim di harapkan mampu meningkatkan kualitas permainan demi hasil maksimal di Piala Dunia 2026.