Tradisi Ngarumat Hulu Cai – Perubahan zaman tidak membuat masyarakat harus meninggalkan pengetahuan warisan generasi terdahulu. Warga Dusun Sukamulya, Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Ciamis, justru kembali menggali kearifan lokal untuk menjaga kelestarian sumber air.

Warga kini menghidupkan kembali tradisi Ngarumat Hulu Cai. Tradisi tersebut berkaitan dengan upaya masyarakat merawat sumber air beserta lingkungan di sekitarnya. Dalam pelaksanaannya, warga bergotong royong membersihkan sebuah sumur di Blok Kalungguhan.

Sumur tersebut berada di tanah kalungguhan atau tanah milik desa. Sebelumnya, masyarakat semakin jarang menggunakan sumber air itu. Karena itu, warga berinisiatif membersihkan sumur sekaligus memulihkan kondisi kawasan di sekitarnya.

Masyarakat juga menanam berbagai jenis pohon untuk mendukung kelestarian sumber air. Melalui kegiatan tersebut, warga berusaha menjaga lingkungan sekaligus menghidupkan kembali tradisi yang pernah hadir dalam kehidupan masyarakat Sukamulya.

Warga Menghidupkan Kembali Ngarumat Hulu Cai

Pegiat Sejarah dan Budaya Komunitas Cakra Mangsa sekaligus Pegiat Budaya Sukadana, Ahmad Rizki Fauzi, menjelaskan bahwa masyarakat sebenarnya sudah mengenal Ngarumat Hulu Cai sejak dahulu.

Generasi terdahulu menjalankan tradisi itu sebagai salah satu cara untuk merawat sumber air. Namun, masyarakat perlahan meninggalkan kebiasaan tersebut seiring perkembangan zaman. Akibatnya, banyak generasi sekarang tidak lagi mengenal tradisi Ngarumat Hulu Cai.

Menurut Fauzi, kondisi sumur di Blok Kalungguhan yang semakin jarang warga gunakan mendorong masyarakat untuk melakukan pemulihan. Warga kemudian membersihkan sumur dan menata kembali kawasan sekitarnya.

Selain membersihkan sumber air, masyarakat melakukan penghijauan dengan menanam aren, picung, kemiri, serta beberapa jenis pohon lainnya. Warga memilih tanaman tersebut karena menilai keberadaannya dapat mendukung kelestarian sumber air.

Kegiatan penghijauan juga menunjukkan hubungan erat antara Ngarumat Hulu Cai dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Warga tidak hanya berfokus pada kondisi sumur. Mereka turut memperhatikan kawasan yang berperan sebagai penyangga sumber air.

Ngarumat Hulu Cai Menjadi Bagian dari Syukuran Lembur

Masyarakat menjalankan kegiatan merawat sumber air tersebut sebagai bagian dari rangkaian Hajat Syukuran Lembur Dusun Sukamulya, Desa Sukadana.

Fauzi mengatakan bahwa masyarakat memasukkan kegiatan membersihkan sumber mata air ke dalam rangkaian syukuran. Melalui kegiatan itu, warga memadukan nilai budaya, kepedulian lingkungan, dan kebersamaan dalam satu momentum.

Sekilas, sebagian masyarakat mungkin melihat Ngarumat Hulu Cai sebagai inovasi baru. Warga membersihkan sumber air, menanam pepohonan, bergotong royong, serta menata lingkungan sekitarnya.

Namun, Fauzi menjelaskan bahwa masyarakat terdahulu sudah mengenal kegiatan serupa. Ia memperoleh informasi tersebut dari para sesepuh yang masih mengingat kebiasaan masyarakat pada masa lalu.

Tradisi itu kemudian semakin jarang berlangsung sehingga generasi sekarang tidak banyak mengetahuinya. Kondisi tersebut membuat Ngarumat Hulu Cai seolah menjadi kegiatan baru ketika warga kembali menjalankannya.

Warga Sukamulya Ciamis menjalankan tradisi Ngarumat Hulu Cai untuk merawat sumber air

Tradisi Ngarumat Hulu Cai di Dusun Sukamulya, Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis.
Baca artikel detikjabar, “Cara Warga Sukamulya Ciamis Jaga Sumber Air Lewat Ngarumat Hulu Cai

Sesepuh Membantu Warga Memulihkan Tradisi

Para sesepuh memegang peran penting dalam upaya masyarakat menghidupkan kembali Ngarumat Hulu Cai. Mereka masih menyimpan pengetahuan tentang tahapan serta tata cara yang pernah generasi terdahulu jalankan.

Pengetahuan itu membantu masyarakat memahami proses pelaksanaan tradisi. Dengan demikian, warga tidak perlu menyusun kembali seluruh tahapan dari awal karena para sesepuh masih dapat memberikan arahan berdasarkan ingatan mereka.

Masyarakat juga tetap mempertahankan beberapa unsur lama. Salah satunya berkaitan dengan jalur yang warga lalui ketika menuju sumber air dan meninggalkan lokasi tersebut.

Fauzi menjelaskan bahwa masyarakat mengenal kebiasaan untuk memutar atau mengambil jalur tertentu saat berangkat dan pulang. Warga mengenalnya dengan istilah “bisi mulang cai”, yang berkaitan dengan kepercayaan agar air tidak kembali.

Selain mempertahankan tata cara tersebut, masyarakat menempatkan gotong royong sebagai bagian penting dalam kegiatan. Warga bekerja bersama untuk membersihkan sumur dan menata lingkungan di sekeliling sumber air.

Tradisi Mengajarkan Kepedulian terhadap Lingkungan

Ngarumat Hulu Cai tidak hanya mengandung unsur tradisi. Kegiatan tersebut juga membawa nilai kebersamaan serta kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

Sumber air memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Oleh sebab itu, warga berupaya menjaga kawasan sekitarnya agar lingkungan tetap mampu menyimpan dan mengalirkan air.

Penanaman berbagai jenis pohon memperkuat upaya tersebut. Masyarakat menggunakan pengetahuan lokal sebagai dasar untuk merawat lingkungan sumber air.

Sementara itu, kegiatan gotong royong mempertemukan warga dalam satu aktivitas bersama. Tradisi tersebut juga membuka ruang bagi generasi sekarang untuk mengenal pengetahuan lokal yang berasal dari masyarakat terdahulu.

Dengan cara itu, Ngarumat Hulu Cai tidak berhenti sebagai prosesi budaya. Tradisi tersebut sekaligus mengajarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga alam dan membangun kebersamaan.

Warga Menyiapkan Syukuran Lembur

Setelah membersihkan hulu cai, masyarakat melanjutkan kegiatan dengan menata kawasan sekitar sebagai bagian dari persiapan Syukuran Lembur.

Di bagian atas sumber air, warga menyiapkan majang, yaitu rangkaian dekorasi yang berada beberapa puluh meter dari lokasi hulu cai. Masyarakat juga menata panggung serta membuat gugunungan untuk melengkapi rangkaian kegiatan syukuran kampung.

Syukuran Lembur Dusun Sukamulya membawa semangat yang hampir sama dengan tradisi hajat bumi. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat mengungkapkan rasa syukur sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Kembalinya Ngarumat Hulu Cai memperlihatkan bahwa masyarakat masih dapat mempertahankan tradisi lama di tengah perkembangan zaman. Warga Sukamulya menghidupkan kembali warisan tersebut melalui kegiatan nyata berupa pembersihan sumber air, penanaman pohon, dan gotong royong.

Melalui Ngarumat Hulu Cai, masyarakat tidak hanya menjaga warisan budaya dari generasi terdahulu. Warga juga memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan mempertahankan semangat kebersamaan dalam kehidupan kampung.