Anggota TNI itu di ketahui sedang menjalankan tugas membantu pengamanan aksi. Namun, karena tidak mengenakan seragam dinas, keberadaannya sempat menimbulkan kecurigaan dari petugas kepolisian yang berada di lapangan.
Pada awalnya, personel tersebut di duga sebagai salah satu pihak yang berpotensi memprovokasi massa dan memicu kericuhan. Polisi kemudian mengamankannya untuk memastikan identitas serta kepentingannya berada di tengah situasi demonstrasi.
Setelah dilakukan pemeriksaan, anggota tersebut menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) TNI kepada petugas. Identitasnya sebagai personel TNI pun akhirnya di ketahui sehingga persoalan dapat segera di selesaikan.
Polda Metro Jaya Sebut Terjadi Kesalahpahaman
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto memberikan penjelasan mengenai peristiwa tersebut. Menurutnya, insiden anggota TNI yang sempat di amankan merupakan kesalahpahaman di tengah kondisi lapangan yang cukup padat.
“Kami menyampaikan bahwa ini terjadi kesalahpahaman di kondisi di lapangan,” kata Budi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (28/8/2026).
Budi menerangkan, situasi di sekitar lokasi demonstrasi ketika itu sangat ramai. Kondisi tersebut membuat petugas menghadapi kesulitan untuk mengenali satu per satu aparat penegak hukum (APH) dari institusi lain, terlebih ketika personel yang bersangkutan tidak menggunakan seragam.
Setelah identitas anggota TNI tersebut di ketahui, persoalan kemudian di selesaikan melalui koordinasi antarinstitusi. Petugas selanjutnya kembali menjalankan tugas masing-masing untuk memastikan proses pengamanan demonstrasi berjalan sebagaimana mestinya.
“Antar institusi sudah berkoordinasi untuk menyelesaikan persoalan ini, ya, dalam kondisi yang memang crowded pada saat memang di lapangan situasi dan kondisi yang sulit untuk kita mengenali masing-masing,” ujar Budi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, di temui usai apel pengamanan acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Sabtu (1/8/2026).
TNI Turut Membantu Pengamanan Kegiatan Masyarakat
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa keterlibatan anggota TNI dalam pengamanan merupakan bagian dari perbantuan kepada kepolisian. Kolaborasi tersebut di perlukan mengingat Jakarta memiliki banyak aktivitas masyarakat dan berbagai kegiatan yang melibatkan perkumpulan warga.
Dengan banyaknya agenda masyarakat, pengamanan tidak hanya melibatkan personel kepolisian. TNI turut memberikan bantuan untuk mendukung terciptanya situasi yang aman dan tertib, khususnya dalam kegiatan yang membutuhkan pengamanan lebih besar.
Selain melibatkan unsur TNI, kepolisian juga bekerja sama dengan sejumlah dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Setiap unsur menjalankan fungsi masing-masing sesuai kebutuhan pengamanan di lapangan.
Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama kegiatan masyarakat berlangsung. Koordinasi juga di perlukan agar setiap petugas dapat menjalankan tugas secara efektif di tengah kondisi yang dinamis.
Sinergi Antarinstansi untuk Menjaga Keamanan Jakarta
Budi menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban Jakarta bukan hanya menjadi tanggung jawab satu institusi. Menurut dia, di perlukan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah hingga masyarakat.
“Jadi semua aktivitas kegiatan masyarakat ini wujud sinergitas untuk menjaga Jakarta bukan hanya tugas satu institusi tapi ada komponen-komponen lain termasuk masyarakat,” jelas Budi.
Sinergi tersebut di nilai penting karena Jakarta menjadi pusat berbagai kegiatan masyarakat dengan tingkat mobilitas yang tinggi. Demonstrasi merupakan salah satu aktivitas yang membutuhkan koordinasi lintas instansi, terutama apabila melibatkan massa dalam jumlah besar.
Dalam kondisi lapangan yang padat, komunikasi antarpetugas juga menjadi bagian penting dari pengamanan. Hal tersebut di perlukan untuk mencegah kesalahpahaman sekaligus memastikan setiap unsur yang bertugas dapat di kenali dengan baik.
Adapun insiden yang melibatkan anggota TNI di depan Gedung DPR/MPR RI tersebut telah diselesaikan melalui koordinasi kedua institusi. Setelah identitas personel di pastikan dan kesalahpahaman di selesaikan, aparat kembali fokus menjalankan tugas pengamanan demonstrasi.
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa keterlibatan berbagai unsur dalam pengamanan kegiatan masyarakat merupakan bagian dari sinergitas untuk menjaga Jakarta tetap aman dan kondusif. Kerja sama antarlembaga serta dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban, terutama ketika berlangsung kegiatan yang melibatkan banyak orang.