SuaraMasa24.com – Arena Pacu Kuda Pada Eweta di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Resmi di proyeksikan menjadi lokasi pertandingan cabang olahraga Pacu Kuda pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028. Penetapan tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan olahraga berkuda tradisional. Karena untuk pertama kalinya arena di Sumba Barat di percaya menjadi bagian dari pesta olahraga terbesar di Indonesia.

Keputusan ini tidak hanya mencerminkan kesiapan fasilitas yang di miliki arena, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap tradisi pacu kuda yang telah lama berkembang di tengah masyarakat Sumba. Dengan demikian, olahraga yang selama ini identik dengan budaya lokal kini memperoleh kesempatan tampil dalam kompetisi berskala nasional.

Arena Pada Eweta Dinilai Memenuhi Persyaratan untuk PON 2028

Kepastian mengenai penggunaan Arena Pada Eweta sebagai venue PON di sampaikan setelah Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyaksikan jalannya babak semifinal Kejuaraan Pacu Kuda Piala Bupati Sumba Barat 2026.

Selama berada di arena, Marciano menilai berbagai aspek penyelenggaraan berlangsung dengan baik. Selain itu, kondisi lintasan dan fasilitas pendukung di nilai cukup representatif untuk menggelar pertandingan tingkat nasional. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, komunitas olahraga berkuda. Serta masyarakat menjadi modal penting dalam menyukseskan pelaksanaan PON mendatang.

Oleh karena itu, Arena Pada Eweta di pandang memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu venue andalan saat NTT dan NTB menjadi tuan rumah bersama PON XXII pada 2028.

Keselamatan Joki Menjadi Salah Satu Perhatian Utama

Di sela-sela kunjungan kerja tersebut, Marciano juga menyerahkan bantuan perlengkapan keselamatan kepada para joki. Bantuan yang di berikan berupa pelindung tubuh (body protector) dan helm hasil produksi industri lokal Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan standar keamanan dalam olahraga pacu kuda. Terlebih lagi, sebagian peserta yang mengikuti perlombaan merupakan joki berusia muda sehingga penggunaan perlengkapan keselamatan menjadi sangat penting.

Di sisi lain, perhatian terhadap aspek keamanan di harapkan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan kejuaraan tanpa menghilangkan nilai tradisional yang menjadi ciri khas pacu kuda di Sumba.

Infrastruktur dan Antusiasme Masyarakat Menjadi Nilai Tambah

Tidak hanya kondisi lintasan yang mendapat perhatian, penyelenggaraan Kejuaraan Pacu Kuda Piala Bupati Sumba Barat juga menunjukkan kesiapan daerah dalam menggelar event berskala besar. Ribuan masyarakat hadir untuk memberikan dukungan kepada para peserta sehingga suasana perlombaan berlangsung semarak.

Meskipun jumlah penonton cukup banyak, seluruh rangkaian acara tetap berjalan tertib. Penonton mematuhi aturan dengan tetap berada di area tribun yang telah di sediakan selama perlombaan berlangsung.

Sementara itu, arena juga telah dilengkapi pagar pembatas lintasan serta sejumlah fasilitas pengaman yang membantu menjaga keselamatan peserta maupun penonton. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan kejuaraan telah menerapkan pengelolaan yang lebih baik di bandingkan sebelumnya.

Berkat kesiapan infrastruktur dan dukungan masyarakat, Arena Pada Eweta di nilai layak menjadi salah satu lokasi pertandingan pada PON XXII.

Arena Pacu Kuda Pada Eweta di Waikabubak Sumba Barat yang akan menjadi venue cabang olahraga Pacu Kuda pada PON XXII 2028.

Pacu Kuda Pada Eweta Jadi Venue PON 2028

Penetapan Venue Disambut Positif Pemerintah Daerah

Keputusan tersebut memperoleh sambutan positif dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan bahwa penetapan Arena Pada Eweta sebagai venue Pacu Kuda merupakan kabar baik bagi daerah.

Selanjutnya, pembahasan mengenai kesiapan venue akan di masukkan ke dalam agenda Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI NTT sebagai bagian dari tahapan persiapan menuju PON 2028.

Dengan adanya kepastian tersebut, pemerintah daerah memiliki waktu yang lebih panjang untuk menyempurnakan fasilitas. Maupun meningkatkan kualitas penyelenggaraan agar sesuai dengan standar kompetisi nasional.

Pacu Kuda Tradisional Mendapat Ruang Lebih Luas di Tingkat Nasional

Bupati Sumba Barat Yohanes Dade menilai penetapan Arena Pada Eweta sebagai venue PON merupakan pencapaian yang sangat berarti bagi masyarakat setempat. Pasalnya, pacu kuda tradisional selama ini tidak hanya berfungsi sebagai olahraga. Tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya yang di wariskan secara turun-temurun.

Melalui ajang PON, tradisi tersebut kini memiliki kesempatan untuk di kenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, kehadiran cabang Pacu Kuda Tradisional di tingkat nasional di harapkan mampu mendorong lahirnya atlet-atlet baru sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya lokal.

Pendapat serupa di sampaikan Ketua Pengurus Provinsi Pordasi Pacu NTT, Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga. Menurutnya, keputusan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumba. Karena olahraga tradisional akhirnya memperoleh tempat dalam ajang olahraga nasional yang bergengsi.

Ke depan, penyelenggaraan Pacu Kuda pada PON di harapkan dapat menjadi awal bagi peningkatan kualitas kompetisi, pembinaan atlet, serta pengembangan potensi wisata olahraga di kawasan Sumba Barat.

Kesimpulan

Penunjukan Arena Pacu Kuda Pada Eweta sebagai venue cabang olahraga Pacu Kuda pada PON XXII Tahun 2028 menjadi langkah penting dalam pengembangan olahraga tradisional Indonesia. Selain di dukung fasilitas yang memadai, arena ini juga menunjukkan kesiapan dari sisi penyelenggaraan, keamanan, dan partisipasi masyarakat.

Pada akhirnya, keputusan tersebut bukan hanya menghadirkan peluang bagi penyelenggaraan kompetisi nasional yang berkualitas. Melainkan juga menjadi bentuk pengakuan terhadap Pacu Kuda Tradisional sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang patut di lestarikan dan di kembangkan di masa depan.