Toton Januar – Dunia mode Indonesia kembali di ramaikan oleh karya terbaru desainer Toton Januar dalam ajang Mulia in Fashion 2026. Melalui koleksi bertajuk KALA, Toton menghadirkan pertunjukan busana yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga mengajak penonton merenungkan makna perubahan, ketidakpastian, dan harapan di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Peragaan busana yang berlangsung di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, menjadi salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian. Sebanyak 48 rancangan di presentasikan dalam sebuah pertunjukan yang memadukan unsur seni, budaya, dan filosofi, sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi para tamu yang hadir.
KALA, Simbol Perubahan di Tengah Ketidakpastian
Menurut Toton Januar, koleksi KALA lahir dari kegelisahannya melihat berbagai situasi yang penuh tantangan dan ketidakpastian. Baginya, waktu bukan sekadar perjalanan menuju masa depan, tetapi juga kekuatan yang mampu menghadirkan perubahan setelah berbagai kesulitan.
Inspirasi utama koleksi ini berasal dari sosok Batara Kala dalam mitologi Jawa dan Bali. Tokoh tersebut sering di kaitkan dengan kehancuran maupun kematian. Namun, di balik citra tersebut tersimpan filosofi bahwa setiap akhir akan membuka jalan menuju awal yang baru.
Melalui KALA, Toton ingin menggambarkan bagaimana manusia dapat tetap bertahan, beradaptasi, dan menemukan harapan meski berada dalam kondisi yang tidak menentu. Busana menjadi media untuk menyampaikan pesan bahwa perubahan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan.
Runway Sarat Nuansa Budaya dan Artistik
Konsep KALA tidak hanya di terapkan pada desain pakaian, tetapi juga diwujudkan melalui tata panggung yang penuh makna.
Saat memasuki area peragaan busana, para tamu langsung di sambut kehadiran patung ogoh-ogoh berukuran besar yang di tempatkan di pintu masuk runway. Karya seniman Bali, Gusman Surya, tersebut merepresentasikan Bhuta Kala dan menjadi simbol kuat yang mempertegas tema koleksi.
Meski tampil megah, elemen artistik tersebut tidak mengurangi perhatian terhadap koleksi busana yang di pamerkan. Sebaliknya, keberadaan ogoh-ogoh justru membangun suasana dramatis dan misterius yang memperkuat pengalaman visual sepanjang pertunjukan.
Tak hanya mengandalkan tampilan visual, pertunjukan KALA juga menghadirkan pengalaman multisensoris melalui tata suara. Kombinasi musik dengan berbagai bunyi alam, termasuk suara serangga tongeret, menciptakan atmosfer yang menggambarkan kekacauan sekaligus kedekatan manusia dengan alam.
Perpaduan elemen visual dan audio tersebut membuat setiap penampilan model terasa memiliki cerita yang saling berkaitan.
Mengangkat Warisan Nusantara Lewat Siluet Modern
Alih-alih mengandalkan kain tradisional sebagai elemen utama, Toton memilih pendekatan berbeda dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.
Ia mengambil inspirasi dari bentuk dan karakter busana tradisional Nusantara, kemudian menerjemahkannya ke dalam rancangan modern yang relevan dengan perkembangan mode masa kini.
Berbagai siluet khas Indonesia terlihat hadir dalam koleksi ini. Mulai dari potongan yang terinspirasi Baju Bodo khas Sulawesi Selatan, kebaya dengan garis pinggang yang tegas, kebaya encim tanpa lengan, hingga interpretasi busana tradisional Bali dan gaya berkain masyarakat Indonesia.
Keberagaman inspirasi tersebut menghasilkan koleksi yang kaya karakter, tetapi tetap terasa ringan dan kontemporer sehingga mudah di terima oleh generasi modern.

Fashion show TOTON 2027: KALA di Mulia in Fashion, Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Material Ringan dan Komitmen terhadap Fesyen Berkelanjutan
Dalam proses pembuatannya, Toton menggunakan beragam material yang mampu menghasilkan tekstur dan siluet yang dinamis.
Katun, organza, tulle, renda, satin, denim, hingga kain berbahan rayon dan lyocell menjadi bagian dari koleksi ini. Penggunaan rayon dan lyocell dilakukan melalui kolaborasi bersama Asia Pacific Rayon sebagai bentuk dukungan terhadap material yang lebih ramah lingkungan.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga menjadi salah satu identitas kuat dalam koleksi KALA.
Sebagian besar busana di buat menggunakan material hasil upcycle dan recycle. Toton mengungkapkan bahwa sekitar 70 hingga 80 persen koleksinya memanfaatkan kain daur ulang yang di olah kembali menjadi desain baru dengan nilai estetika tinggi.
Salah satu material yang cukup sering di manfaatkan adalah taplak meja berbahan renda yang kemudian di ubah menjadi elemen dekoratif pada berbagai busana. Sentuhan renda tersebut memberikan tekstur unik sekaligus memperlihatkan bagaimana limbah tekstil dapat memiliki kehidupan baru.
Selain renda, detail lipit atau pleated juga menjadi elemen penting yang memperkaya tampilan setiap busana. Saat di kenakan model di atas runway, detail tersebut menghasilkan efek gerak yang anggun dan memberikan dimensi tambahan pada koleksi.
Palet Warna Terinspirasi Alam
Pemilihan warna dalam koleksi KALA juga memiliki filosofi tersendiri.
Toton menghadirkan nuansa putih gading, krem, cokelat tanah, biru, abu-abu, hitam, hingga merah muda lembut sebagai representasi ketenangan yang tetap dapat di temukan di tengah berbagai gejolak kehidupan.
Perpaduan warna-warna tersebut menghadirkan kesan elegan sekaligus menonjolkan karakter alami dari setiap material yang di gunakan.
Penutup yang Menghadirkan Momen Emosional
Pertunjukan KALA di tutup dengan kejadian yang tidak di rencanakan, namun justru menjadi salah satu momen paling berkesan.
Seorang model yang mengenakan sepatu wedges tampak mengalami kesulitan saat berjalan menuju akhir runway. Melihat kondisi tersebut, model yang berada tepat di belakangnya spontan memberikan bantuan dengan menawarkan tangan dan pundaknya agar sang rekan dapat melanjutkan langkah dengan aman.
Interaksi sederhana itu mendapat perhatian para penonton karena terasa selaras dengan pesan utama koleksi KALA. Di tengah situasi yang penuh tantangan, selalu ada ruang untuk saling membantu, bangkit, dan melanjutkan perjalanan bersama.
Momen penutup tersebut menjadi simbol yang memperkuat filosofi koleksi Toton Januar, bahwa setelah kekacauan akan selalu ada kesempatan untuk memulai lembaran baru dengan semangat dan harapan yang lebih baik.