Ancol – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menggelar Jakalcer Festival pada 19–28 Juni 2026. Acara ini menghadirkan seni, musik, dan budaya dalam satu rangkaian kegiatan. Selain itu, Ancol membuka ruang ini untuk seniman, komunitas kreatif, dan masyarakat umum.

Di sisi lain, manajemen Ancol menargetkan festival ini sebagai pemicu kebangkitan Pasar Seni. Dengan demikian, kawasan tersebut dapat kembali ramai oleh aktivitas seni. Selain itu, pengelola ingin Pasar Seni kembali berfungsi sebagai ruang ekspresi kreatif yang hidup.

Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol, Lies Hartono atau Cak Lontong, menyampaikan harapan besar terhadap acara ini. Menurutnya, Jakalcer Festival dapat menghidupkan kembali suasana Pasar Seni seperti masa kejayaannya.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya ruang berkarya bagi para seniman. Oleh karena itu, ia mendorong Pasar Seni kembali menjadi tempat berkumpul dan berkreasi bagi berbagai pelaku seni.

Festival Dukung Jakarta Menuju Kota Global Berbasis Budaya

Jakalcer Festival tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan HUT ke-499 DKI Jakarta. Selain itu, Ancol mengaitkan festival ini dengan visi Jakarta sebagai kota global.

Namun demikian, Cak Lontong menilai Jakarta tetap perlu menjaga identitas budaya di tengah perkembangan modern. Dengan kata lain, kota global tidak boleh kehilangan akar seni dan tradisi.

Selain itu, ia menekankan bahwa seniman seperti pelukis, pematung, dan pemahat memiliki peran penting. Karena itu, mereka harus tetap berkembang dalam ekosistem budaya Jakarta.

Selanjutnya, ia mendorong Pasar Seni Ancol berkembang menjadi creative hub. Dengan demikian, kawasan ini dapat menjadi ruang lahirnya ide baru bagi generasi kreatif Jakarta.

Upaya Pemulihan Pasar Seni Pasca Pandemi COVID-19

Sementara itu, Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol, Eddy Prastiyo, menjelaskan kondisi Pasar Seni setelah pandemi COVID-19. Ia menilai aktivitas kawasan tersebut mengalami penurunan signifikan sejak pandemi.

Akibatnya, Pasar Seni membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dibandingkan area lain di Ancol. Oleh sebab itu, manajemen menyusun strategi pemulihan yang lebih terarah.

Di samping itu, Eddy menegaskan bahwa pemulihan Pasar Seni membutuhkan kerja sama banyak pihak. Oleh karena itu, ia melibatkan pengelola Ancol, Pemprov DKI Jakarta, komunitas seni, dan pelaku kreatif dalam proses tersebut.

Selain itu, ia menempatkan Jakalcer Festival sebagai langkah awal kebangkitan. Dengan demikian, festival ini diharapkan menjadi agenda rutin setiap tahun.

Seiring waktu, Ancol menargetkan peningkatan minat seniman dan pengunjung. Dengan begitu, ekosistem seni di kawasan tersebut dapat kembali tumbuh secara bertahap.

Pasar Seni Ancol

Seniman Pasar Seni menggelar pertunjukan seni dalam pembukaan Jakalcer 2026 yang digelar di kawasan Pasar Seni Ancol pada Jumat (19/6/2026).

Dukungan Pemerintah Jakarta Utara terhadap Ekosistem Seni

Di sisi lain, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara, Dya Perwita Kusuma, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menilai Jakarta Utara memiliki peran penting dalam perkembangan seni di Jakarta.

Selain itu, ia menyebut kawasan ini sebagai wilayah yang melahirkan banyak seniman. Dengan demikian, Jakarta Utara memegang posisi penting dalam sejarah seni kota.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pasar Seni memiliki nilai budaya yang kuat. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk kembali menghidupkan kawasan tersebut.

Selain itu, ia mengajak seniman muda untuk memanfaatkan Pasar Seni sebagai ruang berkarya. Dengan demikian, regenerasi seniman dapat terus berjalan.

Terakhir, ia menegaskan bahwa pemerintah Jakarta Utara siap mendukung pengembangan kawasan tersebut. Dengan begitu, Pasar Seni dapat kembali aktif sebagai pusat kegiatan budaya.

Pasar Seni Ancol sebagai Pusat Kebangkitan Kreativitas Jakarta

Pada akhirnya, Jakalcer Festival 2026 menjadi langkah penting dalam pengembangan seni di Jakarta. Selain itu, Ancol mendorong kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku seni.

Dengan demikian, Pasar Seni memegang peran strategis dalam pembangunan ekosistem kreatif. Oleh karena itu, pengelola ingin kawasan ini kembali menjadi pusat kreativitas yang aktif.

Selain itu, Ancol menargetkan peningkatan aktivitas seni secara bertahap dan berkelanjutan. Dengan begitu, generasi muda dapat lebih banyak terlibat dalam kegiatan kreatif.

Akhirnya, Jakalcer Festival membuka peluang baru bagi seniman lokal maupun nasional. Pada saat yang sama, festival ini memperkuat interaksi antara seniman dan masyarakat.

Dengan dukungan berbagai pihak, Pasar Seni berpotensi kembali menjadi ikon budaya Jakarta. Oleh karena itu, Jakalcer Festival menjadi titik awal untuk membangun ekosistem seni yang lebih kuat dan berkelanjutan.