Sebuah peristiwa kebakaran terjadi di kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Tukad Gangga, Kota Denpasar, Provinsi Bali, pada Kamis malam, 8 Januari, sekitar pukul 23.00 WITA. Insiden ini mengakibatkan seorang pria berusia 29 tahun bernama Gerson Mengidima meninggal dunia setelah terjebak di dalam kamar yang berada di lantai dua rumah tersebut.

Kebakaran rumah tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar karena terjadi pada malam hari ketika sebagian besar penghuni rumah sedang beristirahat. Rumah yang terbakar di ketahui di huni oleh satu keluarga dengan total lima orang, termasuk korban. Dugaan sementara menyebutkan bahwa korban tidak menyadari adanya kebakaran karena sedang tertidur menggunakan headset yang tersambung ke telepon genggam.

Dugaan Penyebab Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

Pihak kepolisian setempat melalui Kapolsek Denpasar Barat, Agus Adi Apriyoga, menyampaikan bahwa kebakaran di duga kuat di sebabkan oleh arus pendek atau korsleting listrik. Pernyataan tersebut di sampaikan setelah di lakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.

Menurut keterangan kepolisian, tanda-tanda gangguan listrik sudah terlihat sebelum api muncul. Lampu rumah di laporkan sempat mati secara mendadak, sementara rumah-rumah di sekitar lokasi masih mendapatkan aliran listrik normal. Hal ini menguatkan dugaan bahwa sumber masalah berasal dari instalasi listrik di dalam rumah.

Kebakaran Rumah di Denpasar

Polisi berada di kebakaran rumah di Jalan Tukad Gangga, Kota Denpasar, Bali, Kamis (8/1) sekitar pukul 23.00 WITA.

Upaya Pemilik Rumah Mengidentifikasi Sumber Masalah

Pemilik rumah yang bernama Viktor Ronaldo Leimena awalnya berinisiatif mengecek kondisi sekitar setelah mendapati lampu rumahnya padam. Ia memastikan bahwa pemadaman tidak terjadi secara menyeluruh di lingkungan tersebut. Setelah itu, Viktor memeriksa meteran listrik rumah dan mendapati posisinya dalam keadaan mati.

Upaya untuk mengaktifkan kembali meteran listrik tidak membuahkan hasil. Tidak lama kemudian, Viktor mencium bau asap yang cukup menyengat di area rumah. Ia sempat mencurigai adanya kebocoran gas dan langsung memeriksa dapur, namun tidak menemukan indikasi kebocoran pada kompor gas.

Munculnya Api dan Proses Evakuasi Keluarga

Karena bau asap semakin terasa, Viktor memutuskan untuk naik ke lantai dua guna mencari sumbernya. Ia sempat memeriksa beberapa ruangan, termasuk kamar korban. Pada saat itu, Gerson terlihat masih tertidur dengan headset terpasang, sehingga tidak menyadari situasi darurat yang sedang terjadi.

Ketika Viktor hendak kembali turun ke lantai satu, percikan api tiba-tiba muncul dari salah satu kamar di lantai bawah. Api dengan cepat membesar dan menyebar, membuat situasi menjadi semakin berbahaya. Viktor segera membangunkan tiga anggota keluarganya yang sedang tidur di dekat lokasi api dan mengarahkan mereka untuk menyelamatkan diri.

Upaya Penyelamatan Korban yang Terhambat Api

Viktor sempat mencoba kembali naik ke lantai dua dengan tujuan menyelamatkan korban. Namun, besarnya kobaran api serta asap tebal membuat upaya tersebut tidak memungkinkan. Dalam kondisi panik, ia berteriak dari halaman rumah dengan harapan korban terbangun dan dapat keluar sendiri.

Karena api semakin tak terkendali, Viktor akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan. Tim pemadam tiba di lokasi dan melakukan proses pemadaman hingga api berhasil di kendalikan pada Jumat dini hari, sekitar pukul 01.00 WITA.

Penemuan Korban dan Penanganan Lanjutan

Setelah api berhasil di padamkan, petugas dari BPBD melakukan penyisiran di dalam rumah. Dari hasil pencarian tersebut, korban di temukan di dalam kamarnya dalam kondisi tubuh terbakar parah. Jenazah korban kemudian di evakuasi ke RSUP Prof IGNG Ngoerah untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, pemilik rumah mengalami luka pada bagian kaki kiri akibat terkena pecahan kaca saat berusaha menyelamatkan diri. Pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait kondisi instalasi listrik rumah guna memastikan penyebab pasti kebakaran.