Kualitas – Banyak traveler memulai penerbangan pagi dengan memesan kopi atau teh hangat. Kebiasaan ini terasa wajar dan menenangkan selama perjalanan udara. Namun, penumpang sebaiknya tidak langsung merasa aman. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kualitas air minum di dalam pesawat belum sepenuhnya memenuhi standar keamanan.

Laporan yang dimuat Travel and Leisure mengungkap temuan tersebut. Studi ini dilakukan oleh Center of Food as Medicine and Longevity, sebuah lembaga riset yang fokus pada hubungan antara pangan dan kesehatan. Penelitian tersebut menyoroti potensi risiko dari air yang digunakan di kabin pesawat.

Penelitian Mengungkap Pelanggaran Standar Air Pesawat

Environmental Protection Agency (EPA) telah menetapkan Aircraft Drinking Water Rule sejak 2011. Aturan ini mewajibkan maskapai memastikan air minum di pesawat tetap bersih dan aman. Sayangnya, tidak semua maskapai menjalankan ketentuan ini dengan konsisten.

Tim peneliti menganalisis data dari 10 maskapai besar dan 11 maskapai regional di Amerika Serikat. Mereka mengumpulkan data selama tiga tahun berturut-turut. Penilaian mencakup tingkat pelanggaran kualitas air, keberadaan bakteri E. coli, serta rutinitas desinfeksi tangki air pesawat.

Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa maskapai masih memiliki catatan buruk. Pengelolaan air minum belum sepenuhnya memenuhi standar yang berlaku.

Maskapai Besar dengan Kualitas Air Terburuk dan Terbaik

Berdasarkan hasil studi, American Airlines menempati posisi terbawah untuk kategori maskapai besar. Maskapai ini mencatat skor terendah dalam aspek keamanan air minum. JetBlue dan Spirit Airlines juga memperoleh nilai rendah dalam penilaian tersebut.

Sebaliknya, Delta Air Lines berhasil meraih skor tertinggi. Maskapai ini dinilai paling konsisten dalam menjaga kualitas air minum di pesawat. Frontier Airlines dan Alaska Airlines menyusul di posisi berikutnya dengan hasil yang relatif baik.

Temuan ini menunjukkan perbedaan signifikan dalam standar operasional antar maskapai besar. Tidak semua perusahaan menerapkan prosedur kebersihan dengan tingkat kedisiplinan yang sama.

Kualitas

Ilustrasi pramugari menyajikan minuman kepada penumpang.

 

Kondisi Maskapai Regional Masih Mengkhawatirkan

Dalam kategori maskapai regional, GoJet Airlines mencatat performa terbaik. Maskapai yang berbasis di St. Louis ini mengoperasikan penerbangan United Express dengan armada Bombardier CRJ-550. Pengelolaan air minumnya di nilai lebih baik di banding maskapai regional lainnya.

Sebaliknya, Mesa Airlines berada di posisi paling bawah. Maskapai ini merupakan mitra United Express dan baru bergabung dengan Republic Airways. Skor rendah yang diperoleh menunjukkan perlunya perbaikan serius.

Direktur Center of Food as Medicine and Longevity, Charles Platkin, menegaskan bahwa sebagian besar maskapai regional masih tertinggal. Ia menilai standar keamanan air di pesawat regional belum memadai. Maskapai perlu meningkatkan prosedur pengawasan dan perawatan tangki air.

Rekomendasi Aman bagi Penumpang Selama Penerbangan

Peneliti memberikan sejumlah saran praktis bagi penumpang. Mereka menganjurkan penumpang hanya mengonsumsi air minum dalam kemasan tertutup. Minuman panas seperti kopi dan teh sebaiknya di hindari selama penerbangan.

Awak kabin biasanya membuat minuman tersebut dari air tangki pesawat. Kondisi ini meningkatkan risiko kontaminasi jika kualitas air tidak terjaga.

Penumpang juga di sarankan untuk tidak mencuci tangan menggunakan air di toilet pesawat. Sebagai gantinya, penumpang sebaiknya membawa hand sanitizer berbasis alkohol. Kandungan alkohol minimal 60 persen di nilai efektif membunuh kuman.

Sistem Skor Kualitas Air Maskapai

Penelitian ini menggunakan sistem penilaian dengan skor 0 hingga 5. Skor 3,5 atau lebih menunjukkan kualitas air yang relatif aman dan bersih. Skor ini dapat menjadi acuan bagi penumpang saat memilih maskapai.

Selain itu, sistem penilaian ini di harapkan mendorong maskapai untuk meningkatkan transparansi. Perusahaan penerbangan juga di harapkan lebih serius menjaga kualitas air minum di pesawat.

Kesadaran akan pentingnya air bersih menjadi faktor krusial dalam keselamatan penerbangan. Dengan pengelolaan yang lebih baik, maskapai dapat melindungi kesehatan penumpang secara optimal.