Copa del Rey 2025/26 kembali menghadirkan kejutan besar yang mengguncang sepak bola Spanyol. Tim Divisi Segunda, Albacete, secara dramatis berhasil menyingkirkan Real Madrid pada babak 16 besar. Bermain di Estadio Carlos Belmonte, Albacete menang dengan skor tipis 3-2 dalam laga yang berlangsung sengit hingga menit-menit akhir. Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar musim ini, mengingat perbedaan level dan reputasi kedua tim.

Kemenangan tersebut bukan hanya memastikan langkah Albacete ke babak perempat final, tetapi juga memperpanjang catatan buruk Real Madrid di ajang piala domestik.

Jalannya Pertandingan Albacete vs Real Madrid

Sejak awal pertandingan, Real Madrid mencoba mendominasi penguasaan bola dengan permainan menyerang. Namun, Albacete tampil di siplin dan berani meladeni permainan terbuka. Pertahanan rapat serta transisi cepat menjadi senjata utama tuan rumah.

Gol pembuka justru datang dari Albacete pada menit ke-42. Memanfaatkan situasi bola mati, Javi Villar sukses menyambut umpan sepak pojok dengan sundulan tajam yang tidak mampu di antisipasi kiper Real Madrid, Andriy Lunin. Gol tersebut membuat publik tuan rumah bergemuruh dan memberi tekanan psikologis besar kepada tim tamu.

Real Madrid merespons cepat jelang turun minum. Pada menit tambahan waktu babak pertama, skema sepak pojok kembali menjadi penentu. Sundulan Dean Huijsen sempat di tepis kiper Albacete, Raul Lizoain, namun bola rebound langsung di sambar Franco Mastantuono menjadi gol penyama kedudukan. Babak pertama pun di tutup dengan skor 1-1.

Copa del Rey 2025/26

Vinicius Junior berduel memperebutkan bola dengan Daniel Bernabeu dalam laga babak 16 besar Copa del Rey antara Albacete vs Real Madrid, 15 Januari 2026.

Drama Babak Kedua dan Gol Penentu Kemenangan

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Real Madrid mencoba menekan lebih dalam, sementara Albacete tetap sabar menunggu celah di lini belakang lawan. Strategi ini terbukti efektif.

Pada menit ke-82, kesalahan koordinasi pertahanan Real Madrid di manfaatkan dengan sempurna oleh Jefte Betancor. Tendangannya memang sempat mengenai tangan Lunin, namun bola tetap meluncur masuk ke gawang, membuat Albacete kembali unggul 2-1.

Real Madrid menunjukkan mental juara dengan kembali menyamakan kedudukan di menit 90+1. Gonzalo Garcia mencetak gol lewat sundulan hasil sepak pojok, membuat skor berubah menjadi 2-2 dan memunculkan harapan bagi tim ibu kota.

Namun, drama belum berakhir. Di menit 90+4, Jefte Betancor kembali menjadi pahlawan. Ia melepaskan sepakan chip cerdik yang membuat Lunin terdiam dan memastikan kemenangan Albacete dengan skor akhir 3-2.

Kekalahan Perdana Alvaro Arbeloa Bersama Real Madrid

Laga ini juga menandai debut Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala Real Madrid, menggantikan Xabi Alonso yang sebelumnya di berhentikan menyusul kekalahan di Piala Super Spanyol. Sayangnya, debut tersebut berakhir pahit.

Kekalahan dari Albacete terasa semakin menyakitkan mengingat status lawan yang berada di papan bawah Divisi Segunda, tepatnya peringkat ke-17. Hasil ini memunculkan tanda tanya besar terkait stabilitas tim serta kesiapan mental para pemain Real Madrid di bawah kepemimpinan baru.

Dampak Kekalahan bagi Real Madrid dan Lanjutan Copa del Rey

Tersingkirnya Real Madrid menegaskan kerasnya format Copa del Rey yang hanya memainkan satu leg di setiap babak. Tidak ada ruang untuk kesalahan, bahkan bagi tim sebesar Real Madrid.

Sementara itu, perhatian publik kini beralih ke laga tim rival abadi Madrid, Barcelona, yang di jadwalkan menghadapi Racing Santander, pemuncak klasemen Divisi Segunda, pada babak yang sama. Pertandingan tersebut di prediksi tak kalah menegangkan dan berpotensi kembali menghadirkan kejutan.

Kesimpulan

Kemenangan Albacete atas Real Madrid menjadi bukti bahwa sepak bola selalu menyimpan kejutan. Di siplin, determinasi, dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang mampu menumbangkan tim raksasa. Bagi Real Madrid, hasil ini menjadi peringatan serius untuk segera berbenah, baik dari sisi taktik maupun mentalitas pemain.

Copa del Rey 2025/26 pun semakin menarik untuk di ikuti, dengan peluang terbuka lebar bagi tim-tim non-unggulan untuk mencetak sejarah baru.