Ducati Pedro Acosta – Pabrikan asal Italia, Ducati, mulai menunjukkan sinyal kuat terkait rencana jangka panjang mereka di ajang MotoGP. Salah satu indikasi paling menarik datang dari pernyataan General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna. Yang secara terbuka mengungkapkan kekagumannya terhadap pebalap muda berbakat asal Spanyol, Pedro Acosta. Pujian ini langsung memantik spekulasi luas mengenai kemungkinan Acosta bergabung dengan Ducati pada musim-musim mendatang.

Dall’Igna menilai Acosta sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di dunia balap motor saat ini. Ia bahkan menyebut bahwa Acosta memiliki potensi besar untuk mencatatkan sejarah penting di MotoGP. Pernyataan tersebut bukan sekadar pujian biasa, melainkan bagian dari refleksi Ducati dalam menyusun arah strategis tim, khususnya menjelang perubahan besar regulasi MotoGP pada tahun 2027.

Regulasi Baru MotoGP 2027 dan Strategi Jangka Panjang Ducati

Perubahan regulasi MotoGP 2027 di perkirakan akan membawa dampak signifikan, baik dari sisi teknis maupun non-teknis. Regulasi tersebut mencakup penyesuaian pada sektor mesin, aerodinamika, serta pendekatan pengembangan motor secara keseluruhan. Dalam konteks ini, Ducati tidak hanya mempersiapkan motor yang kompetitif, tetapi juga mulai mempertimbangkan komposisi pebalap yang paling sesuai dengan era baru tersebut.

Dall’Igna menegaskan bahwa periode menuju 2027 merupakan fase krusial bagi seluruh pabrikan. Meskipun musim 2026 masih menjadi fokus utama dalam waktu dekat, Ducati telah memulai pengembangan motor untuk menghadapi regulasi baru. Keputusan untuk mengerjakan dua proyek secara bersamaan di nilai menantang, namun juga memberikan keuntungan strategis, terutama karena adanya pembekuan mesin yang memungkinkan tim lebih leluasa dalam merancang konsep jangka panjang.

Tantangan Teknis dan Sikap Realistis Ducati

Meski di kenal sebagai salah satu pabrikan paling dominan dalam beberapa musim terakhir, Ducati memilih untuk tetap bersikap realistis. Dall’Igna menolak anggapan bahwa Ducati akan otomatis unggul pada era regulasi baru. Menurutnya, seluruh pabrikan MotoGP memiliki kapasitas dan sumber daya yang mumpuni untuk beradaptasi dengan perubahan.

Ia menekankan pentingnya menghormati rival, mengingat kompetisi di MotoGP semakin ketat dari tahun ke tahun. Keunggulan teknis yang di miliki saat ini tidak menjamin dominasi di masa depan, sehingga Ducati harus terus bekerja secara konsisten dan inovatif agar tetap berada di level tertinggi.

Ducati Pedro Acosta

Francesco Bagnaia saat berlaga pada MotoGP Malaysia 2025.

Fokus Ducati pada Konsistensi Pecco Bagnaia

Selain membahas masa depan dan potensi perekrutan pebalap baru, Dall’Igna juga menyoroti performa pebalap andalan Ducati, Francesco Bagnaia. Ia berharap Bagnaia dapat tampil lebih konsisten dan stabil sepanjang musim berjalan.

Menurut Dall’Igna, Ducati memiliki tanggung jawab untuk mendukung seluruh pebalapnya, baik yang sedang mengalami masa sulit maupun yang berada dalam kondisi terbaik. Filosofi kerja tim yang solid menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan kompetisi. Ia menegaskan bahwa Ducati tidak mencari kambing hitam ketika menghadapi masalah, melainkan memilih menyelesaikannya secara kolektif.

Dall’Igna juga menyampaikan keyakinannya terhadap motivasi dan mentalitas Bagnaia. Ia melihat sang pebalap memiliki kepercayaan diri yang kuat serta pemahaman yang jelas mengenai apa yang ingin di capainya bersama tim.

Spekulasi Bursa Transfer dan Masa Depan Pedro Acosta

Pujian terbuka dari petinggi Ducati kepada Pedro Acosta secara tidak langsung memperkuat spekulasi mengenai dinamika bursa transfer MotoGP. Seiring mendekatnya era regulasi 2027, banyak tim di perkirakan akan melakukan perombakan besar, termasuk dalam hal pemilihan pebalap yang di anggap mampu beradaptasi dengan karakter motor baru.

Acosta, dengan usia muda dan performa impresif, dinilai sebagai aset jangka panjang yang sangat menarik. Ketertarikan Ducati mencerminkan upaya mereka untuk tidak hanya mempertahankan dominasi saat ini, tetapi juga membangun fondasi kuat untuk masa depan MotoGP. Dengan kombinasi strategi teknis dan perencanaan sumber daya manusia, Ducati tampak serius menyongsong tantangan besar yang akan datang.