SuaraMasa24.com – Jeda kompetisi Moto2 dan Moto3 di manfaatkan secara maksimal oleh dua pembalap muda Indonesia, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama. Alih-alih hanya menikmati waktu libur di Tanah Air, keduanya memilih menjalani program latihan intensif di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Sebagai bagian dari persiapan menghadapi paruh kedua musim balap 2026.
Langkah tersebut menunjukkan komitmen kedua rider dalam meningkatkan performa. Sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih berat setelah kompetisi kembali bergulir. Selain itu, sesi latihan ini juga menjadi bekal penting menjelang penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026 yang di jadwalkan berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober di Sirkuit Mandalika.
Mario Aji dan Veda Ega Fokus Meningkatkan Performa
Direktur Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Andhi Satria, mengonfirmasi bahwa Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama telah memulai latihan di lintasan Mandalika selama jeda pertengahan musim. Menurutnya, program tersebut dirancang untuk membantu kedua pembalap memperoleh waktu berkendara sebanyak mungkin. Sekaligus memahami karakter lintasan secara lebih mendalam.
Ia menjelaskan bahwa latihan yang di jalani bukan semata-mata mengejar kecepatan. Melainkan juga mengasah konsistensi, membangun refleks otot atau muscle memory. Serta menemukan berbagai alternatif racing line yang paling efektif di setiap sektor sirkuit.
Meski demikian, Andhi menuturkan bahwa motor yang digunakan saat latihan memiliki spesifikasi berbeda di bandingkan motor yang di pakai pada ajang Moto2 maupun Moto3. Oleh karena itu, fokus utama latihan lebih diarahkan pada peningkatan insting balap, penyesuaian ritme berkendara, serta pembentukan kebiasaan menghadapi karakter lintasan Mandalika.
Persiapan Fisik Mario Aji Setelah Pulih dari Cedera
Bagi Mario Suryo Aji, jeda kompetisi menjadi kesempatan penting untuk mengembalikan kondisi fisik setelah menjalani masa pemulihan akibat cedera. Pembalap Indonesia yang berlaga di Moto2 itu kini terus meningkatkan kebugaran agar mampu tampil lebih kompetitif ketika memasuki paruh kedua musim.
Kondisi fisik yang optimal di nilai menjadi faktor utama mengingat jadwal balapan Moto2 memiliki intensitas tinggi dan menuntut daya tahan tubuh yang prima. Dengan latihan rutin di Mandalika, Mario di harapkan mampu mendapatkan kembali kepercayaan diri. Sekaligus meningkatkan adaptasi terhadap lintasan sebelum menghadapi seri-seri berikutnya.
Program latihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi performa. Agar ia mampu bersaing dengan para pembalap lain sepanjang sisa musim 2026.

Pembalap Moto2 asal Indonesia, Mario Aji
Veda Ega Tambah Jam Terbang Sebagai Rookie Moto3
Sementara itu, Veda Ega Pratama memanfaatkan masa jeda untuk memperkaya pengalaman berkendara sebagai pendatang baru di Moto3. Status rookie membuat pembalap muda Indonesia tersebut membutuhkan lebih banyak waktu di atas motor agar semakin terbiasa menghadapi berbagai karakter lintasan.
Melalui latihan di Mandalika, Veda berupaya meningkatkan kemampuan membaca tikungan, menentukan racing line yang efisien. Serta memperkuat insting balap dalam berbagai kondisi. Pengalaman tersebut di harapkan dapat menjadi modal berharga ketika kembali bersaing di lintasan internasional.
Semakin banyak waktu yang di habiskan di sirkuit. Semakin besar pula peluang bagi Veda untuk meningkatkan konsistensi performa dan mengurangi kesalahan saat balapan berlangsung.
Mandalika Jadi Tempat Ideal Mengasah Kemampuan
Menurut Andhi Satria, latihan lebih awal di Sirkuit Mandalika memberikan keuntungan tersendiri bagi Mario Aji maupun Veda Ega Pratama. Karakter lintasan yang unik membuat para pembalap dapat memahami berbagai tantangan teknis sebelum tampil di hadapan publik Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa para rider dapat kembali merasakan kondisi aspal, karakter tikungan, hingga terpaan angin yang cukup kuat pada sektor tikungan enam sampai tikungan sepuluh. Letak sirkuit yang berada di kawasan pesisir menyebabkan faktor angin menjadi salah satu tantangan yang harus di antisipasi sejak awal.
Dengan mengenali kondisi tersebut lebih cepat, kedua pembalap di harapkan mampu melakukan penyesuaian sebelum turun pada balapan resmi MotoGP Indonesia 2026.
Bekal Penting Menuju MotoGP Indonesia 2026
Selain menjadi bagian dari program latihan selama jeda musim. Sesi di Mandalika juga memiliki nilai strategis karena Mario Aji dan Veda Ega di ketahui sudah cukup lama tidak mengaspal di lintasan tersebut. Kesempatan kembali menjajal sirkuit memberikan manfaat besar untuk mengembalikan rasa percaya diri sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap karakter trek.
Persiapan sejak jauh hari di harapkan membuat keduanya tampil lebih siap ketika MotoGP Indonesia 2026 di gelar pada Oktober mendatang. Dukungan suporter di kandang sendiri tentu menjadi motivasi tambahan bagi Mario Aji maupun Veda Ega Pratama untuk memberikan performa terbaik.
Dengan memanfaatkan waktu jeda secara produktif melalui latihan intensif di Mandalika. Kedua pembalap Indonesia menunjukkan keseriusan mereka dalam menghadapi sisa musim Moto2 dan Moto3. Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis. Tetapi juga menjadi fondasi penting untuk menyambut salah satu agenda balap paling bergengsi yang akan berlangsung di Indonesia pada tahun 2026.