Banjir Jakarta – Banjir kembali melanda wilayah Jakarta setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur ibu kota pada Minggu, 18 Januari. Peristiwa ini menyebabkan genangan air di berbagai titik strategis kota, mulai dari kawasan permukiman hingga jalur transportasi utama. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir mencapai kondisi terparah pada siang hari dengan puluhan rukun tetangga (RT) dan ruas jalan terdampak. Fenomena ini menunjukkan bahwa hujan ekstrem masih menjadi tantangan serius bagi ketahanan infrastruktur perkotaan Jakarta.

Kondisi Banjir di Sejumlah Wilayah Jakarta

Pada puncak kejadian, BPBD DKI Jakarta mencatat sebanyak 48 RT dan 29 ruas jalan tergenang air. Salah satu wilayah dengan ketinggian air tertinggi adalah Kelurahan Rawa Terate, Jakarta Timur, dengan genangan mencapai lebih dari satu meter. Tingginya debit air menyebabkan aktivitas warga terganggu, terutama dalam hal mobilitas dan akses terhadap fasilitas umum.

Seiring meredanya curah hujan, kondisi banjir secara bertahap mulai surut. Laporan lanjutan pada keesokan harinya menunjukkan bahwa genangan air menyisakan satu ruas jalan dengan ketinggian air relatif rendah. Meski demikian, dampak banjir yang terjadi sebelumnya telah memunculkan berbagai konsekuensi bagi aktivitas kota secara keseluruhan.

Gangguan pada Sistem Transportasi Kereta Api

Salah satu sektor yang terdampak signifikan akibat banjir adalah transportasi berbasis rel. Genangan air terpantau di beberapa lokasi operasional kereta api, termasuk area stasiun dan jalur lintasan. Air yang mendekati kepala rel memaksa operator transportasi melakukan penyesuaian operasional demi menjaga keselamatan perjalanan.

Langkah mitigasi yang di terapkan meliputi pembatasan kecepatan kereta, pemasangan rambu pengamanan, serta pengaturan ulang jadwal perjalanan. Layanan kereta komuter yang melintasi wilayah terdampak sempat di hentikan sementara dan baru kembali beroperasi dengan kecepatan terbatas setelah kondisi di nilai lebih aman. Kejadian ini menegaskan pentingnya sistem drainase dan perlindungan infrastruktur transportasi terhadap cuaca ekstrem.

Banjir Jakarta

Banjir Jakarta.

Penyesuaian Lalu Lintas Jalan Raya

Banjir juga menyebabkan perubahan signifikan pada arus lalu lintas jalan raya. Genangan air di beberapa ruas utama membuat kendaraan tidak dapat melintas secara normal. Dalam kondisi tertentu, aparat kepolisian mengambil kebijakan khusus dengan mengizinkan pengendara sepeda motor melintasi jalan tol sebagai jalur alternatif sementara.

Kebijakan tersebut di lakukan untuk mengurangi kemacetan dan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat. Meski bersifat situasional, langkah ini mencerminkan perlunya fleksibilitas dalam manajemen lalu lintas saat terjadi bencana hidrometeorologi di kawasan perkotaan padat.

Lumpuhnya Aktivitas di Kawasan Strategis Kota

Beberapa kawasan strategis, seperti area Gunung Sahari dan sekitarnya, mengalami kelumpuhan total akibat genangan air dengan ketinggian yang cukup signifikan. Penutupan jalan dilakukan karena kondisi tidak memungkinkan bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas. Situasi ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

Menariknya, di tengah keterbatasan aktivitas transportasi, sebagian warga terutama anak-anak memanfaatkan genangan air sebagai ruang bermain sementara. Fenomena ini menunjukkan respons sosial masyarakat terhadap bencana, meskipun tetap mengandung risiko keselamatan.

Penutupan Underpass dan Penanganan Drainase

Underpass Senen menjadi salah satu titik krusial yang harus di tutup akibat banjir. Genangan air yang muncul sejak dini hari terus meningkat sehingga akses lalu lintas terpaksa di hentikan. Upaya penanganan di lakukan melalui koordinasi lintas instansi dengan mengerahkan pompa air dan personel lapangan.

Kendala teknis seperti kerusakan pompa turut memengaruhi kecepatan penanganan banjir. Hal ini menyoroti pentingnya perawatan infrastruktur drainase dan kesiapan peralatan pendukung dalam menghadapi kondisi darurat.

Peran Pasukan Oranye dalam Penanganan Lingkungan

Selain gangguan mobilitas, banjir juga memicu peningkatan volume sampah yang berpotensi menyumbat saluran air. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup mengerahkan ribuan petugas kebersihan untuk menangani dampak tersebut. Armada pendukung seperti truk sampah, alat berat, dan perahu karet disiagakan di titik-titik rawan banjir.

Upaya ini di fokuskan pada pembersihan lingkungan dan menjaga fungsi drainase agar genangan tidak semakin meluas. Penanganan sampah pascabanjir menjadi elemen penting dalam menjaga kesehatan lingkungan perkotaan.

Upaya Preventif melalui Modifikasi Cuaca

Sebagai langkah antisipatif, BPBD DKI Jakarta juga melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi potensi hujan dengan intensitas tinggi. Kegiatan ini di lakukan melalui penyemaian bahan tertentu di wilayah perairan guna mengendalikan pertumbuhan awan hujan yang berpotensi bergerak ke Jakarta.

Operasi tersebut melibatkan kerja sama antara BPBD, BMKG, dan unsur TNI Angkatan Udara. Pendekatan ini menunjukkan upaya preventif pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.