Huawei – Pasar ponsel pintar di China kembali mengalami dinamika yang signifikan pada tahun 2025. Salah satu peristiwa paling menonjol adalah keberhasilan Huawei merebut kembali posisi teratas sebagai pemimpin pasar smartphone domestik. Capaian ini menjadi tonggak penting bagi Huawei, mengingat terakhir kali perusahaan tersebut memimpin pasar secara tahunan terjadi sekitar lima tahun sebelumnya. Kembalinya Huawei ke puncak pasar sekaligus mencerminkan proses pemulihan yang kuat setelah menghadapi tekanan berkepanjangan akibat sanksi perdagangan dari Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan terbaru dari International Data Corporation (IDC), Huawei berhasil mencatatkan pangsa pasar sekitar 16,4 persen di China sepanjang 2025, dengan total pengiriman mencapai kurang lebih 46,7 juta unit. Angka ini menempatkan Huawei sebagai merek dengan distribusi tertinggi di pasar smartphone China secara tahunan. Keunggulan tersebut membuat Huawei kembali memperoleh dominasi di pasar domestik, yang selama ini di kenal sebagai basis konsumen terbesarnya.

Persaingan Ketat dengan Apple dan Merek Lokal Lainnya

Keberhasilan Huawei tidak lepas dari persaingan yang sangat ketat dengan para pemain besar lainnya. Apple, sebagai salah satu pesaing utama, mencatatkan pangsa pasar sekitar 16,2 persen, hanya terpaut 0,2 poin dari Huawei. Selisih yang sangat tipis ini menunjukkan bahwa kompetisi di segmen premium smartphone China berlangsung dengan intensitas tinggi.

Menariknya, Apple justru tampil sebagai pemimpin pasar pada kuartal keempat 2025. Hal ini di picu oleh tingginya permintaan terhadap iPhone generasi terbaru, yang mendorong lonjakan penjualan pada periode tersebut. Namun demikian, jika di lihat secara keseluruhan sepanjang tahun, Huawei tetap unggul dan berhasil mengamankan posisi puncak.

Di bawah dua raksasa tersebut, merek lokal lain seperti Vivo menempati posisi ketiga, di ikuti oleh Xiaomi dan Oppo di peringkat selanjutnya, serta Honor yang melengkapi lima besar. Komposisi ini memperlihatkan bahwa pasar smartphone China masih di dominasi oleh produsen dalam negeri, dengan persaingan yang semakin berimbang antara merek global dan lokal.

Huawei

Huawei Pura 80 Pro.

Strategi Jangka Panjang Huawei dalam Memulihkan Pasar

Kembalinya Huawei ke posisi teratas bukanlah hasil dari strategi jangka pendek. IDC menilai bahwa pertumbuhan Huawei di dorong oleh sejumlah kebijakan strategis yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor utama adalah dukungan penuh terhadap teknologi jaringan 5G, yang menjadi standar penting dalam industri smartphone modern.

Selain itu, penggunaan chipset Kirin buatan sendiri menjadi keunggulan kompetitif yang signifikan. Dengan mengembangkan prosesor internal, Huawei mampu mengurangi ketergantungan pada pemasok luar sekaligus meningkatkan kontrol terhadap performa dan efisiensi perangkat. Langkah ini terbukti krusial dalam menjaga kontinuitas produksi di tengah pembatasan global.

Penguatan lini ponsel premium, seperti seri Mate dan Pura, juga berperan besar dalam menarik konsumen kelas menengah ke atas. Fokus pada segmen premium memperlihatkan bahwa kekuatan merek dan inovasi teknologi menjadi faktor penting dalam mempertahankan loyalitas pengguna.

Tantangan Industri Smartphone di Tengah Kenaikan Biaya Produksi

Meskipun pasar menunjukkan pemulihan, industri smartphone secara umum masih menghadapi tantangan struktural. Kenaikan harga chip memori serta biaya produksi yang semakin tinggi memaksa banyak produsen menyesuaikan strategi harga. Beberapa merek memilih menaikkan harga jual, sementara yang lain menunda peluncuran produk baru demi menjaga margin keuntungan.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada minat beli konsumen. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan siklus penggantian ponsel yang semakin panjang, konsumen cenderung lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian perangkat baru. Situasi ini membuat pertumbuhan pasar tidak seagresif tahun-tahun sebelumnya.

Prospek Pasar Smartphone China Menuju 2026

Para analis memandang bahwa tantangan industri akan semakin terasa pada tahun 2026. Perlambatan siklus pembaruan perangkat, di tambah dengan tekanan biaya komponen yang belum mereda, berpotensi memperketat persaingan antar produsen. Dalam konteks ini, mempertahankan posisi puncak di pasar domestik menjadi tantangan tersendiri bagi Huawei.

Meskipun demikian, pengalaman Huawei dalam menghadapi tekanan global serta kemampuannya membangun ekosistem teknologi mandiri menjadi modal penting untuk menjaga daya saing. Pasar smartphone China di perkirakan akan tetap kompetitif, dengan inovasi dan kekuatan merek sebagai penentu utama keberhasilan jangka panjang.