Pergerakan harga emas batangan di pasar domestik Indonesia pada awal pekan menunjukkan kecenderungan yang menguat. Berdasarkan pengamatan perdagangan pada Senin, 12 Januari 2026, harga emas dari berbagai produsen utama tercatat mengalami kenaikan secara serentak. Kondisi ini mencerminkan adanya sentimen positif di pasar logam mulia, khususnya bagi investor yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada satu merek, melainkan meliputi emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Emas produksi PT Untung Bersama Sejahtera (UBS), serta emas Galeri24 yang berada di bawah naungan Pegadaian. Fenomena ini menjadi indikator penting bagi masyarakat yang aktif memantau fluktuasi harga emas sebelum melakukan transaksi pembelian maupun penjualan kembali.
Kenaikan Harga Emas Antam pada 12 Januari 2026
Emas batangan produksi Antam kembali mencatatkan kenaikan harga pada perdagangan awal pekan. Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, harga emas Antam mengalami penyesuaian naik di bandingkan hari sebelumnya. Untuk ukuran 1 gram, harga emas Antam di perdagangkan di level Rp 2.631.000. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp 29.000 per gram di bandingkan harga pada Minggu, 11 Januari 2026.
Penyesuaian harga tersebut berlaku secara menyeluruh untuk seluruh varian ukuran emas batangan Antam, mulai dari pecahan terkecil 0,5 gram hingga ukuran besar 1.000 gram. Konsistensi kenaikan di seluruh lini produk ini mencerminkan stabilitas permintaan terhadap emas Antam sebagai salah satu instrumen investasi yang paling di minati di Indonesia.

Ilustrasi Harga Emas Antam.
Daftar Harga Lengkap Emas Antam
Pada Senin, 12 Januari 2026, harga emas batangan Antam tercatat sebagai berikut: emas 0,5 gram sebesar Rp 1.365.500, emas 1 gram Rp 2.631.000, emas 2 gram Rp 5.202.000, emas 3 gram Rp 7.778.000, emas 5 gram Rp 12.930.000, dan emas 10 gram Rp 25.805.000. Sementara itu, untuk ukuran yang lebih besar, emas 25 gram di banderol Rp 64.387.000, emas 50 gram Rp 128.695.000, emas 100 gram Rp 257.312.000, emas 250 gram Rp 643.015.000, emas 500 gram Rp 1.285.820.000, dan emas 1.000 gram mencapai Rp 2.571.600.000.
Pergerakan Harga Emas UBS di Pegadaian
Selain Antam, emas batangan UBS yang di pasarkan melalui Pegadaian juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Berdasarkan pembaruan data pada pukul 10.30 WIB. Harga emas UBS naik sebesar Rp 40.000 per gram. Dengan penyesuaian tersebut, harga emas UBS ukuran 1 gram kini berada di posisi Rp 2.716.000.
Kenaikan harga ini berlaku merata pada seluruh ukuran emas UBS yang tersedia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat pasar terhadap emas UBS tetap terjaga. Terutama karena distribusinya yang luas dan kemudahan akses pembelian melalui Pegadaian.
Rincian Harga Emas UBS Terbaru
Adapun daftar harga emas UBS per 12 Januari 2026 meliputi: emas 0,5 gram sebesar Rp 1.468.000, emas 1 gram Rp 2.716.000, emas 2 gram Rp 5.389.000, emas 5 gram Rp 13.317.000, emas 10 gram Rp 26.495.000, emas 25 gram Rp 66.105.000, emas 50 gram Rp 131.938.000, emas 100 gram Rp 263.773.000, emas 250 gram Rp 659.237.000, dan emas 500 gram Rp 1.316.927.000.
Kenaikan Harga Emas Galeri24
Emas Galeri24 juga mencatatkan tren penguatan harga pada hari yang sama. Sebagai salah satu produsen emas batangan yang di kelola oleh Pegadaian, Galeri24 mengalami kenaikan harga sebesar Rp 39.000 per gram. Kenaikan ini bahkan tercatat lebih tinggi di bandingkan penyesuaian harga emas Antam pada periode yang sama.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa emas Galeri24 semakin kompetitif di pasar domestik. Baik dari sisi harga maupun kepercayaan konsumen. Dengan variasi produk yang beragam, Galeri24 menjadi alternatif investasi emas yang terus menarik minat masyarakat.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, kenaikan harga emas batangan pada awal pekan ini mencerminkan sentimen positif pasar terhadap logam mulia. Baik emas Antam, UBS, maupun Galeri24 menunjukkan tren penguatan yang relatif seragam. Bagi investor dan masyarakat umum, informasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan strategi investasi, khususnya dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang. Jika Anda ingin, saya bisa menyesuaikan artikel ini ke gaya jurnal ilmiah tertentu, menambahkan kata kunci SEO, atau menghilangkan data harga jika jurnal tidak mengizinkan angka detail.