Liverpool berhasil menunjukkan dominasinya saat menjamu Barnsley dalam lanjutan ajang Piala FA yang di gelar di Stadion Anfield, Inggris. Pertandingan yang berlangsung pada Selasa malam waktu setempat tersebut menjadi bukti kekuatan dan kedalaman skuad The Reds dalam menghadapi kompetisi domestik. Dukungan penuh dari para pendukung tuan rumah turut mengiringi penampilan agresif Liverpool sejak awal laga.
Sejak peluit pertama di bunyikan, Liverpool langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan tinggi dan penguasaan bola yang solid membuat Barnsley kesulitan mengembangkan permainan. Strategi menyerang yang di terapkan oleh tim tuan rumah membuahkan hasil cepat dan memberikan keuntungan psikologis sejak menit-menit awal pertandingan.
Gol Cepat Menjadi Awal Dominasi Liverpool
Keunggulan Liverpool tercipta saat pertandingan baru berjalan sembilan menit. Melalui skema serangan cepat dari lini tengah, Dominik Szoboszlai berhasil mencetak gol pembuka yang membuat suasana Anfield semakin bergemuruh. Gol ini menjadi penanda dominasi Liverpool yang tampil di siplin dan efektif dalam memanfaatkan ruang di pertahanan lawan.
Setelah gol tersebut, Liverpool tidak mengendurkan intensitas permainan. Aliran bola dari kaki ke kaki berjalan lancar, sementara Barnsley lebih banyak bertahan dan mencoba menutup ruang. Meski sesekali melakukan serangan balik, tim tamu belum mampu memberikan ancaman serius ke gawang Liverpool pada fase awal pertandingan.

Federico Chiesa dari Liverpool beraksi dengan Nathanael Ogbeta dari Barnsley pada pertandingan Piala FA antara Liverpool vs Barnsley di Anfield, Liverpool, Inggris, Selasa (13/1/2026).
Barnsley Memberi Perlawanan di Babak Pertama
Tekanan berkelanjutan dari Liverpool kembali membuahkan hasil pada menit ke-36. Jeremie Frimpong mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan celah di sisi pertahanan Barnsley. Gol ini semakin menegaskan dominasi tuan rumah dalam mengontrol jalannya pertandingan.
Namun, Barnsley menunjukkan semangat juang yang patut di apresiasi. Menjelang akhir babak pertama, mereka berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol Adam Phillips pada menit ke-40. Gol tersebut memberikan sedikit harapan bagi tim tamu dan membuat pertandingan tetap menarik hingga turun minum.
Babak Kedua Berjalan dengan Kendali Penuh Tuan Rumah
Memasuki babak kedua, Liverpool tetap tampil konsisten dengan permainan menyerang yang terorganisir. Penguasaan bola yang tinggi membuat Barnsley kembali berada dalam tekanan. Meski tidak langsung mencetak gol tambahan, Liverpool terus menciptakan peluang melalui variasi serangan dari kedua sisi lapangan.
Pertahanan Barnsley cukup disiplin dalam beberapa momen, namun perbedaan kualitas permainan mulai terlihat seiring berjalannya waktu. Liverpool mampu menjaga tempo permainan dan memanfaatkan kelelahan pemain lawan pada menit-menit akhir pertandingan.
Gol Penutup Mengunci Kemenangan Liverpool
Keunggulan Liverpool akhirnya kembali bertambah pada menit ke-84 melalui Florian Wirtz yang sukses menyelesaikan peluang dengan tenang. Gol tersebut semakin mematahkan perlawanan Barnsley dan memastikan kendali penuh bagi tim tuan rumah.
Menjelang laga usai, Liverpool kembali menambah gol lewat aksi Hugo Ekitike pada menit ke-90+4. Gol di masa tambahan waktu ini menjadi penutup sempurna bagi performa dominan Liverpool sepanjang pertandingan dan sekaligus menegaskan kelayakan mereka melangkah ke fase berikutnya.
Tantangan Berikutnya di Piala FA
Kemenangan ini memastikan Liverpool melaju ke putaran keempat Piala FA. Pada fase selanjutnya, The Reds di jadwalkan akan menghadapi Brighton & Hove Albion pada pertengahan Februari mendatang. Pertandingan tersebut di prediksi akan menjadi ujian yang lebih berat, mengingat Brighton di kenal memiliki gaya bermain yang disiplin dan terorganisir.
Dengan performa solid yang di tunjukkan saat menghadapi Barnsley, Liverpool memiliki modal positif untuk melanjutkan langkah mereka di ajang Piala FA. Konsistensi permainan dan efektivitas lini serang akan menjadi faktor penting jika ingin melangkah lebih jauh dalam kompetisi bergengsi ini.