Sektor pariwisata di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan sepanjang tahun 2025. Pemerintah daerah mencatat adanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi indikator positif bagi pemulihan dan pertumbuhan pariwisata daerah pascapandemi COVID-19, sekaligus membuka peluang baru dalam pengembangan ekonomi berbasis pariwisata yang berkelanjutan.
Berdasarkan data yang di himpun oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur, jumlah wisatawan yang berkunjung sepanjang tahun 2025 mencapai lebih dari 41 ribu orang. Mayoritas kunjungan tersebut berasal dari wisatawan nusantara, sementara wisatawan mancanegara tetap menunjukkan kontribusi yang stabil. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap destinasi wisata alam dan budaya yang di miliki Sumba Timur.
Dominasi Wisatawan Nusantara dan Minat Wisatawan Mancanegara
Komposisi kunjungan wisatawan ke Sumba Timur masih di dominasi oleh wisatawan domestik. Hal ini menunjukkan bahwa potensi pasar wisata dalam negeri masih sangat besar dan perlu terus di optimalkan. Wisatawan nusantara umumnya tertarik pada keunikan lanskap alam, kekayaan budaya lokal, serta suasana destinasi yang relatif alami dan belum terlalu padat.
Di sisi lain, jumlah wisatawan mancanegara juga mengalami peningkatan di bandingkan periode pascapandemi sebelumnya. Wisatawan asing yang datang ke Sumba Timur umumnya berasal dari negara-negara Eropa, khususnya Inggris, serta beberapa negara lainnya. Mereka cenderung tertarik pada wisata berbasis alam, budaya, dan petualangan. Rata-rata lama tinggal wisatawan di wilayah ini mencapai tiga malam, yang menunjukkan adanya potensi ekonomi dari sektor akomodasi, kuliner, dan jasa pariwisata lokal.

Rumah tradisional Ratenggaro di Sumba, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.
Tren Kunjungan Wisatawan dari Tahun ke Tahun
Jika di lihat dari data historis, jumlah kunjungan wisatawan ke Sumba Timur mengalami fluktuasi namun cenderung meningkat. Pada tahun 2021, jumlah wisatawan tercatat masih relatif rendah akibat dampak pandemi. Namun pada tahun 2022 terjadi lonjakan signifikan seiring dengan pelonggaran pembatasan mobilitas. Meski sempat mengalami penurunan pada tahun berikutnya, tren kunjungan kembali menunjukkan peningkatan hingga tahun 2025.
Pola ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata Sumba Timur memiliki daya tahan dan potensi pemulihan yang kuat. Dengan strategi pengelolaan yang tepat, tren positif ini dapat di pertahankan bahkan di tingkatkan di masa mendatang.
Destinasi Unggulan yang Menarik Perhatian Wisatawan
Beberapa destinasi wisata unggulan menjadi magnet utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Sumba Timur. Pantai Walakiri di kenal luas karena keindahan panorama matahari terbenam dan keunikan pohon bakau yang tumbuh di sepanjang pesisir. Selain itu, kawasan Bukit Tanarara menawarkan pemandangan perbukitan savana yang khas dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta fotografi dan wisata alam.
Air Terjun Tanggedu juga menjadi salah satu destinasi favorit berkat keindahan aliran air dan formasi batuan alami yang unik. Keberagaman destinasi ini memperkaya pilihan wisata dan mendorong wisatawan untuk menjelajahi berbagai wilayah di Sumba Timur.
Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat dan Keberlanjutan
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menekankan pentingnya menjaga keaslian dan kelestarian destinasi wisata. Pengembangan pariwisata tidak hanya di fokuskan pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga pada kualitas pengalaman wisatawan dan kesiapan masyarakat lokal. Upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi prioritas, baik bagi pelaku pariwisata, masyarakat adat, maupun komunitas kreatif.
Pendekatan pariwisata berbasis masyarakat di nilai penting untuk mengurangi potensi dampak negatif, seperti permasalahan lingkungan dan sosial. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, pariwisata di harapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang merata sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan kelestarian alam.
Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pengelolaan Pariwisata
Untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, pemerintah daerah terus mendorong kolaborasi antara berbagai pihak. Kerja sama lintas instansi pemerintah, sektor swasta, serta lembaga nonpemerintah menjadi kunci dalam menciptakan inovasi dan tata kelola pariwisata yang lebih baik.
Fokus utama pengembangan diarahkan pada peningkatan kualitas, bukan semata-mata kuantitas kunjungan. Dengan strategi ini, Sumba Timur diharapkan dapat menghindari dampak negatif pariwisata massal dan memastikan bahwa perkembangan sektor pariwisata berjalan selaras dengan kesiapan masyarakat serta daya dukung lingkungan.