Real Madrid – Pertandingan sengit tersaji pada lanjutan Liga Champions UEFA musim 2025–2026 saat Benfica menjamu Real Madrid di Estadio da Luz, Lisbon, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. Laga pekan kedelapan ini berakhir dengan kemenangan tuan rumah Benfica dengan skor 4-2 atas raksasa Spanyol tersebut. Hasil ini memberikan dampak signifikan terhadap posisi kedua tim di klasemen sementara fase liga Liga Champions.

Benfica tampil efektif sepanjang pertandingan dan mampu memaksimalkan peluang yang mereka dapatkan. Empat gol kemenangan wakil Portugal tersebut di cetak oleh Andreas Schjelderup yang mencatatkan dua gol, Vangelis Pavlidis melalui titik penalti, serta satu gol tambahan di menit akhir pertandingan. Sementara itu, Real Madrid hanya mampu membalas lewat dua gol Kylian Mbappe.

Kontribusi Pemain Kunci dalam Kemenangan Benfica

Andreas Schjelderup menjadi salah satu aktor utama kemenangan Benfica. Pemain muda ini mencetak dua gol penting yang masing-masing lahir pada menit ke-36 dan menit ke-54. Pergerakannya yang agresif serta kemampuan membaca ruang menjadi ancaman konstan bagi lini pertahanan Real Madrid.

Gol tambahan Benfica di cetak oleh Vangelis Pavlidis pada masa injury time babak pertama melalui eksekusi penalti. Keputusan penalti sempat menuai protes dari kubu Madrid, namun wasit tetap mengesahkannya setelah tinjauan VAR. Gol penutup di cetak oleh kiper Benfica, Anatoliy Trubin, pada menit ke-90+8 ketika memanfaatkan situasi bola mati dan kekacauan di area pertahanan lawan.

Di sisi lain, Real Madrid menggantungkan harapan pada Kylian Mbappe. Penyerang asal Prancis itu mencetak dua gol pada menit ke-30 dan 58, menunjukkan kualitas individualnya meski tidak cukup untuk menghindarkan timnya dari kekalahan.

Real Madrid

Hasil Benfica vs Real Madrid di Liga Champions 2025-2026 berakhir dengan skor 4-2. Benfica keluar sebagai pemenang meski Kylian Mbappe mencetak dua gol untuk Real Madrid di Estadio da Luz.

Jalannya Laga yang Berlangsung Terbuka

Sejak awal pertandingan, Benfica dan Real Madrid sama-sama menerapkan permainan menyerang. Tempo tinggi langsung terlihat pada menit-menit awal laga. Benfica mendapatkan peluang pertama pada menit keenam melalui tembakan Andreas Schjelderup dari dalam kotak penalti, meski masih dapat di blok oleh pertahanan lawan.

Real Madrid merespons melalui peluang sundulan Dean Huijsen yang memanfaatkan situasi bola mati. Namun, bola hasil sundulannya masih melambung di atas mistar gawang yang di kawal Anatoliy Trubin. Duel di lini tengah berlangsung ketat dengan kedua tim saling menekan dan mencoba mendominasi penguasaan bola.

Benfica kembali memperoleh peluang lewat Vangelis Pavlidis, tetapi kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, tampil sigap mengamankan gawangnya. Kontroversi sempat terjadi ketika wasit Davide Massa menunjuk titik penalti usai Gianluca Prestianni terjatuh akibat kontak dengan Jude Bellingham. Setelah meninjau VAR, keputusan tersebut akhirnya di batalkan.

Kartu Merah dan Momen Krusial di Akhir Pertandingan

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Situasi memanas di menit-menit akhir pertandingan, terutama setelah dua pemain Real Madrid, Raul Asencio dan Rodrygo, harus meninggalkan lapangan akibat kartu merah pada masa injury time. Kehilangan dua pemain membuat Madrid semakin kesulitan mengembangkan permainan dan menjaga keseimbangan tim.

Keunggulan jumlah pemain di manfaatkan dengan baik oleh Benfica. Tekanan terus di lancarkan hingga akhirnya gol keempat tercipta di menit-menit terakhir, memastikan kemenangan penting bagi tim tuan rumah di hadapan pendukungnya sendiri.

Dampak Terhadap Klasemen Liga Champions

Kekalahan ini berdampak langsung pada posisi Real Madrid di klasemen sementara Liga Champions 2025–2026. Klub peraih 15 gelar Liga Champions tersebut harus turun ke peringkat kesembilan dengan koleksi 15 poin, sehingga di pastikan harus melalui babak playoff untuk melaju ke fase berikutnya.

Sementara itu, kemenangan ini mengangkat posisi Benfica ke peringkat ke-24 dengan sembilan poin. Hasil tersebut membuat Benfica berhasil menggeser Marseille dan mengamankan slot terakhir menuju babak playoff. Capaian ini menjadi modal penting bagi Benfica untuk menjaga asa melangkah lebih jauh di kompetisi elite Eropa.