Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) – menjadi salah satu agenda tahunan yang memiliki pengaruh besar terhadap industri otomotif nasional. Ajang ini tidak hanya menjadi tempat peluncuran berbagai model kendaraan terbaru, tetapi juga mampu mendorong peningkatan penjualan mobil dalam waktu relatif singkat. Dampak positif tersebut turut di rasakan oleh perusahaan pembiayaan yang berperan dalam mempermudah konsumen memiliki kendaraan.

Salah satu perusahaan yang menatap peluang tersebut dengan optimistis adalah Astra Finance melalui Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Finance (TAF). Menjelang penyelenggaraan GIIAS 2026, perusahaan memperkirakan transaksi pembiayaan kendaraan akan kembali mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap pembelian mobil baru.

Optimisme Astra Finance Sambut GIIAS 2026

Project Director GIIAS Astra Financial sekaligus Chief Marketing and Sales Officer Astra Credit Companies (ACC), Tan Chian Hok, menyampaikan bahwa GIIAS selalu menjadi salah satu momentum penting bagi industri otomotif Indonesia. Menurutnya, pameran berskala internasional tersebut mampu menarik minat masyarakat dalam jumlah besar sehingga berpotensi meningkatkan transaksi pembelian kendaraan.

Ia menilai tingginya antusiasme pengunjung terhadap GIIAS membuka peluang besar bagi perusahaan pembiayaan untuk memperluas penyaluran kredit kendaraan. Oleh karena itu, Astra Finance menargetkan hasil yang tetap positif selama berlangsungnya pameran otomotif terbesar di Indonesia tersebut.

Mengacu pada pencapaian tahun sebelumnya, ACC bersama Toyota Astra Finance berhasil mencatatkan nilai pembiayaan sekitar Rp2,4 triliun yang berasal dari lebih dari 5.500 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Capaian tersebut menjadi acuan sekaligus motivasi untuk mempertahankan performa serupa pada penyelenggaraan GIIAS tahun ini.

Meski demikian, perusahaan tetap menerapkan target yang realistis dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan daya beli masyarakat. Astra Finance memperkirakan total pembiayaan kendaraan roda empat selama GIIAS 2026 berada di kisaran Rp1,8 triliun hingga Rp2 triliun.

Target Pembiayaan dan SPK Di proyeksikan Tetap Tinggi

Selain membidik nilai pembiayaan hingga Rp2 triliun. Astra Finance juga menargetkan perolehan sekitar 4.500 hingga 5.000 Surat Pemesanan Kendaraan selama penyelenggaraan GIIAS 2026. Target tersebut di nilai masih cukup realistis mengingat pameran otomotif biasanya mampu meningkatkan aktivitas transaksi kendaraan dalam waktu singkat.

Perusahaan optimistis berbagai program pembiayaan, penawaran bunga kompetitif, serta kemudahan proses kredit akan menjadi daya tarik tambahan bagi konsumen yang ingin membeli kendaraan baru.

Di sisi lain, meningkatnya jumlah produsen otomotif yang memperkenalkan model baru selama pameran di perkirakan akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan transaksi pembiayaan. Kehadiran berbagai pilihan kendaraan di berbagai segmen membuat calon pembeli memiliki lebih banyak alternatif sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Dengan dukungan jaringan pembiayaan yang luas, Astra Finance berharap dapat mengakomodasi peningkatan permintaan tersebut. Sekaligus mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri pembiayaan otomotif nasional.

Booth Astra Finance di GIIAS 2026 melayani pembiayaan kendaraan dengan berbagai promo menarik bagi pengunjung.

Media gathering Astra Finance jelang penyelenggaraan GIIAS 2026, (22/7/2026).

Pertumbuhan Pasar Otomotif Menjadi Faktor Pendukung

Optimisme Astra Finance tidak terlepas dari membaiknya kondisi pasar otomotif domestik sepanjang 2026. Berdasarkan perkembangan industri, penjualan kendaraan secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer mengalami pertumbuhan sekitar 15,9 persen di bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, penjualan retail yang mencerminkan distribusi kendaraan dari dealer kepada konsumen juga mencatat kenaikan sekitar 10,5 persen secara tahunan. Tren positif tersebut menjadi indikator bahwa permintaan kendaraan di Indonesia masih menunjukkan perkembangan yang sehat.

Apabila penjualan kendaraan terus meningkat, perusahaan pembiayaan di perkirakan akan memperoleh dampak positif melalui peningkatan penyaluran kredit. Astra Finance pun memperkirakan pertumbuhan pembiayaan kendaraan dapat mencapai kisaran 11 hingga 13 persen di bandingkan tahun sebelumnya.

Selain di pengaruhi kondisi pasar, penyelenggaraan GIIAS juga di yakini memberikan efek lanjutan terhadap industri otomotif. Aktivitas transaksi yang meningkat selama pameran biasanya masih berlanjut hingga beberapa bulan setelah acara berakhir. Terutama pada periode Juli hingga September.

Pangsa Pasar Astra Finance Masih Dominan

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, ACC bersama Toyota Astra Finance berhasil mempertahankan posisi sebagai salah satu perusahaan pembiayaan kendaraan terbesar di Indonesia. Kedua perusahaan tersebut menguasai sekitar 29,2 persen pangsa pasar pembiayaan mobil nasional.

Dalam periode lima bulan pertama tahun ini, total nilai pembiayaan yang berhasil di salurkan mencapai sekitar Rp29 triliun. Angka tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan yang di tawarkan Astra Finance.

Dominasi tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menghadapi GIIAS 2026. Dengan pengalaman, jaringan yang luas, serta berbagai program pembiayaan yang kompetitif. Astra Finance optimistis mampu menjaga tren pertumbuhan sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perkembangan industri otomotif nasional.

Kesimpulan

Penyelenggaraan GIIAS 2026 di perkirakan kembali menjadi pendorong utama peningkatan penjualan kendaraan dan transaksi pembiayaan di Indonesia. Astra Finance melalui ACC dan Toyota Astra Finance menargetkan penyaluran pembiayaan hingga Rp2 triliun dengan perolehan sekitar 4.500–5.000 SPK selama pameran berlangsung.

Di dukung pertumbuhan pasar otomotif nasional serta pangsa pasar yang masih kuat, perusahaan optimistis mampu mempertahankan kinerja positif. Jika tren penjualan kendaraan terus meningkat, sektor pembiayaan di perkirakan akan ikut tumbuh dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri otomotif sepanjang 2026.