Arsenal – Pertandingan lanjutan matchday ke-7 Liga Champions musim 2025–2026 mempertemukan Inter Milan dan Arsenal di Stadion San Siro, Milan, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. Laga ini berakhir dengan kemenangan tim tamu Arsenal dengan skor 3-1, sebuah hasil yang menegaskan konsistensi performa mereka di kompetisi elite Eropa musim ini.

Sejak peluit awal di bunyikan, Arsenal tampil tanpa beban meski bermain di kandang lawan. Tekanan tinggi dan penguasaan bola rapi menjadi ciri permainan tim asuhan Mikel Arteta. Inter yang mencoba membangun serangan dari lini tengah kerap di paksa bertahan dalam blok rendah untuk meredam intensitas permainan lawan.

Efektivitas Serangan Arsenal di Babak Pertama

Arsenal langsung mengambil inisiatif menyerang dengan menciptakan peluang beruntun pada menit-menit awal. Kombinasi permainan cepat antar lini membuat pertahanan Inter bekerja keras. Gol pembuka lahir pada menit ke-10 melalui Gabriel Jesus yang memaksimalkan kerja sama apik lini depan Arsenal. Gol ini memberi kepercayaan diri lebih bagi tim tamu untuk terus menekan.

Inter Milan sempat merespons dengan baik. Pada menit ke-18, Petar Sucic melepaskan tendangan jarak jauh yang tak mampu di antisipasi kiper Arsenal, sehingga skor kembali imbang. Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama. Arsenal kembali menunjukkan efektivitasnya melalui skema bola mati dan pergerakan tanpa bola yang cerdas.

Menit ke-31 menjadi panggung bagi Gabriel Jesus untuk mencetak gol keduanya. Sundulan kerasnya memanfaatkan kelengahan lini belakang Inter membuat Arsenal kembali unggul. Di sisa waktu babak pertama, Inter berusaha meningkatkan tempo permainan, tetapi solidnya pertahanan Arsenal dan penampilan sigap kiper David Raya memastikan keunggulan tetap terjaga hingga jeda.

Arsenal

Striker Arsenal, Viktor Gyokeres, merayakan gol ketiga timnya pada pertandingan Liga Champions UEFA, fase liga hari ke-7, antara Inter Milan dan Arsenal di stadion San Siro di Milan, Italia utara.

Konsistensi Taktikal Arsenal di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Arsenal tidak mengendurkan intensitas permainan. Alih-alih bertahan total, mereka tetap mengontrol jalannya laga dengan sirkulasi bola cepat dan pressing terorganisasi. Inter mencoba melakukan penyesuaian dengan memasukkan pemain segar untuk menambah daya gedor, namun kesulitan menembus lini pertahanan Arsenal yang disiplin.

Strategi Arsenal untuk menunggu celah serangan balik terbukti efektif. Pada menit-menit akhir pertandingan, tekanan Inter yang semakin tinggi justru membuka ruang di lini belakang. Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Arsenal melalui gol penutup yang di cetak Viktor Gyokeres pada menit ke-84, memastikan keunggulan dua gol bagi tim tamu.

Implikasi Klasemen dan Performa Tim

Kemenangan ini memperpanjang catatan sempurna Arsenal di fase liga dengan tujuh kemenangan beruntun. Konsistensi tersebut menempatkan mereka sebagai salah satu kandidat kuat dalam perburuan gelar musim ini. Dari sisi taktik, fleksibilitas permainan dan kedalaman skuad menjadi faktor kunci keberhasilan Arsenal dalam menghadapi tekanan laga tandang.

Sebaliknya, kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi Inter Milan. Meski sempat menunjukkan perlawanan, kurangnya efektivitas penyelesaian akhir dan kesulitan menghadapi pressing tinggi menjadi catatan yang perlu di benahi. Hasil tersebut juga berdampak pada posisi Inter di klasemen sementara fase liga, yang mengalami penurunan dan menuntut perbaikan performa pada laga-laga berikutnya.

Kesimpulan Analitis

Pertandingan di San Siro ini menunjukkan perbedaan konsistensi dan kematangan permainan kedua tim. Arsenal tampil dengan rencana permainan jelas, disiplin taktik, serta efektivitas tinggi di lini depan. Inter Milan, meski bermain di kandang sendiri, belum mampu keluar dari tekanan dan gagal memaksimalkan peluang yang ada. Secara keseluruhan, laga ini menjadi representasi kuat dominasi di Liga Champions musim 2025–2026 serta tantangan yang masih harus dihadapi Inter untuk kembali bersaing di level tertinggi Eropa.