Warren Buffett kembali menarik perhatian dunia setelah mengumumkan langkah besar terkait pengelolaan kekayaannya. Investor legendaris asal Amerika Serikat itu berkomitmen melepas seluruh kepemilikan saham Berkshire Hathaway senilai 140 miliar dollar AS atau sekitar Rp2.508 triliun sebelum 2034. Keputusan tersebut menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk memperkuat kegiatan filantropi melalui yayasan keluarga.
Buffett mulai merealisasikan komitmen itu dengan menyumbangkan 12 juta saham Kelas B Berkshire Hathaway kepada empat yayasan. Ketiga anaknya, yaitu Susie Buffett, Howard Buffett, dan Peter Buffett, memimpin yayasan tersebut. Mereka akan mengelola sekaligus menyalurkan dana hibah sesuai tujuan yang telah di sepakati keluarga.
Dalam wawancara bersama CNBC, Buffett mengatakan bahwa dirinya telah mempercayakan tanggung jawab besar tersebut kepada anak-anaknya. Ia yakin mereka mampu menjalankan amanah itu secara bijaksana dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Buffett Percaya Anak-anak Siap Mengemban Amanah
Buffett menilai pengalaman hidup dan kematangan ketiga anaknya menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut. Ia ingin proses distribusi dana amal tetap berjalan meski dirinya tidak lagi memimpin Berkshire Hathaway.
Menurut Buffett, kekayaan yang berhasil ia bangun selama puluhan tahun seharusnya memberi dampak positif bagi masyarakat. Karena itu, ia memilih menyerahkan pengelolaannya kepada keluarga di bandingkan mempertahankan seluruh aset hingga akhir hayat.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari proses suksesi yang telah lama ia rancang. Buffett ingin memastikan setiap yayasan memiliki kebebasan sekaligus tanggung jawab dalam menentukan program sosial yang benar-benar bermanfaat.
Komitmen Filantropi Tetap Menuai Sorotan
Keputusan Warren Buffett mendapat banyak dukungan dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai langkah tersebut menunjukkan komitmen nyata terhadap kegiatan sosial.
Namun, sebagian pengamat menyampaikan kritik. Mereka mempertanyakan efektivitas yayasan dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di Amerika Serikat.
Sejumlah kritikus juga menuding Buffett memanfaatkan skema donasi untuk mengurangi beban pajak warisan dan pajak keuntungan modal. Buffett menolak anggapan tersebut.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah keberatan membayar pajak. Bahkan, ia mengaku bangga karena Berkshire Hathaway telah menyetor pajak dalam jumlah besar kepada pemerintah Amerika Serikat.
Buffett merasa masyarakat Amerika telah memberikan banyak kesempatan kepadanya. Karena alasan itu, ia menganggap pembayaran pajak sebagai bentuk tanggung jawab, bukan beban.

Warren Buffett menilai pasar keuangan saat ini kian didominasi spekulasi, bahkan menyerupai praktik perjudian. Ia menyoroti maraknya perdagangan opsi jangka sangat pendek hingga minimnya peluang investasi bernilai di tengah tingginya valuasi aset.
Buffett Kritik Sistem Pajak Amerika Serikat
Meski mendukung pembayaran pajak, Buffett beberapa kali mengkritik sistem perpajakan Amerika Serikat. Ia menilai aturan yang berlaku belum sepenuhnya menciptakan keadilan.
Buffett pernah mengungkapkan bahwa sekretaris pribadinya membayar tarif pajak lebih tinggi daripada dirinya. Kondisi tersebut muncul karena pemerintah mengenakan tarif pajak lebih rendah terhadap keuntungan modal di bandingkan pendapatan dari pekerjaan.
Pernyataan Buffett kemudian memicu pembahasan mengenai “Buffett Rule”. Aturan itu mengusulkan tarif pajak minimum sebesar 30 persen bagi warga Amerika Serikat yang memiliki penghasilan lebih dari 1 juta dollar AS setiap tahun.
Pemerintahan Presiden Barack Obama mendukung usulan tersebut. Namun, Senat Amerika Serikat akhirnya menolak rancangan itu pada 2012.
Walaupun sering mengkritik sistem perpajakan, Buffett tetap menyampaikan pandangannya dengan nada santai. Ia pernah bercanda bahwa dirinya tidak pernah mengirim pembayaran pajak tambahan secara sukarela kepada Internal Revenue Service (IRS).
Buffett Akhiri Kerja Sama dengan Gates Foundation
Selain mengumumkan rencana pengalihan kekayaan, Buffett juga mengakhiri kemitraannya dengan Bill & Melinda Gates Foundation.
Keputusan itu muncul ketika Kongres Amerika Serikat menyoroti hubungan Bill Gates dengan Jeffrey Epstein. Buffett mengaku mengikuti perkembangan penyelidikan tersebut dan mempelajari berbagai informasi yang tersedia.
Ia mengatakan bahwa hasil penyelidikan tidak menunjukkan sesuatu yang berada di luar dugaan pribadinya. Buffett juga mengingatkan bahwa Gates telah mengakhiri hubungannya dengan Epstein.
Menurut Buffett, setiap orang dapat membuat kesalahan saat memilih teman atau rekan kerja. Karena itu, ia memilih tidak memberikan penilaian berlebihan terhadap pendiri Microsoft tersebut.
Warisan Buffett Tidak Hanya Berupa Kekayaan
Buffett ingin meninggalkan warisan yang lebih besar daripada angka kekayaan. Ia berharap dana yang di kelola yayasan keluarga mampu mendukung pendidikan, kesehatan, dan berbagai program kemanusiaan dalam jangka panjang.
Melalui langkah ini, Buffett memastikan seluruh sisa saham Berkshire Hathaway akan berpindah ke yayasan keluarga secara bertahap hingga 2034. Dengan keputusan tersebut, salah satu investor paling sukses di dunia berharap kekayaannya terus memberi manfaat bagi masyarakat lintas generasi.