Sabian Fathul Ilmi – di R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship kembali mencatat pengalaman penting ketika menjalani seri keempat musim 2026 di Sirkuit Motegi, Jepang. Pembalap muda Yamaha Racing Indonesia tersebut menghadapi akhir pekan yang tidak mudah pada 5-6 September 2026. Meski gagal menyelesaikan balapan pertama, ia mampu memberikan respons positif dengan menuntaskan Race 2 di urutan keempat.

Putaran Jepang sekaligus memberikan tantangan tersendiri bagi Sabian. Pembalap berusia 13 tahun tersebut belum memiliki pengalaman berlomba di Motegi sebelumnya. Karena itu, ia harus mempelajari karakter lintasan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan dengan para pembalap muda lainnya.

Sabian memperoleh posisi start keenam. Posisi tersebut sebenarnya memberinya peluang untuk langsung terlibat dalam persaingan sejak awal perlombaan. Namun, situasi berubah cepat ketika Race 1 berlangsung.

Insiden Race 1 Menghentikan Langkah Sabian

Harapan Sabian untuk mengumpulkan poin dari balapan pertama berakhir lebih cepat. Insiden pada putaran awal membuatnya tidak dapat melanjutkan perlombaan. Ia pun harus menerima hasil DNF pada Race 1.

Insiden tersebut juga memberikan dampak fisik. Sabian mengalami masalah pada bagian pinggul setelah terjatuh. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghentikan tekadnya untuk kembali mengikuti balapan berikutnya.

Sabian menjelaskan bahwa Motegi memberikan pengalaman yang benar-benar baru baginya. Karena baru pertama kali datang ke lintasan tersebut, ia berusaha mempercepat proses adaptasi sejak awal rangkaian kegiatan.

Alih-alih terus memikirkan kegagalan pada balapan pertama, Sabian mengalihkan fokus menuju Race 2. Keputusan tersebut membuahkan hasil. Ia mampu kembali bersaing dan menyelesaikan perlombaan di posisi keempat.

Hasil itu sekaligus membuatnya membawa pulang tambahan poin dari Jepang. Sabian bahkan hanya terpaut satu posisi dari zona podium.

Posisi Keempat Menjadi Respons Positif di Race 2

Keberhasilan menyelesaikan Race 2 menjadi catatan penting mengingat Sabian harus menghadapi situasi sulit sehari sebelumnya. Ia menunjukkan kemampuan untuk kembali fokus setelah mengalami insiden sekaligus beradaptasi dengan lintasan yang sebelumnya belum pernah ia jajal.

Perjalanan Sabian sepanjang musim 2026 juga telah menghasilkan sejumlah pencapaian. Sebelum berlomba di Jepang, ia pernah meraih kemenangan pada seri kedua yang berlangsung di Australia. Setelah itu, Sabian juga mengamankan podium ketiga ketika kejuaraan menggelar putaran di Mandalika, Indonesia.

Rangkaian hasil tersebut membuat Sabian tetap memiliki peluang untuk meningkatkan posisinya dalam klasemen. Setelah menyelesaikan seri keempat, ia mengoleksi 71 poin dan berada di peringkat keenam.

Kompetisi pun masih menyisakan kesempatan baginya untuk mengejar tambahan angka. Dua putaran berikutnya akan berlangsung di Buriram, Thailand. Dengan demikian, Sabian masih memiliki ruang untuk meningkatkan jumlah poin sekaligus memperbaiki peringkat sebelum musim berakhir.

Sabian Fathul Ilmi

Pembalap Indonesia di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship 2026, Sabian Fathul Ilmi

Yamaha Melihat Perkembangan Performa Sabian

Yamaha Indonesia memberikan perhatian terhadap perkembangan pembalap mudanya tersebut. Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, menilai penampilan Sabian memperlihatkan perkembangan selama tiga seri yang telah ia jalani.

Selain kemampuan teknis, semangat bertarung menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. Karakter tersebut membantu Sabian memperoleh hasil yang berkontribusi terhadap perolehan poinnya di klasemen.

Pengalaman berlomba di sejumlah negara juga memberikan tantangan berbeda. Australia, Indonesia, dan Jepang mempunyai karakter lintasan masing-masing. Situasi itu membuat Sabian harus terus meningkatkan kemampuan adaptasi ketika menghadapi setiap putaran.

Bagi pembalap berusia 13 tahun, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses meningkatkan kemampuan balap. Persaingan tingkat Asia-Pasifik juga mempertemukannya dengan talenta-talenta muda dari berbagai negara.

Dua Putaran Terakhir Jadi Kesempatan Tingkatkan Hasil

Fokus Sabian kini beralih menuju sisa kompetisi. Dua putaran di Buriram membuka kesempatan baginya untuk menutup musim dengan pencapaian lebih baik. Konsistensi akan memegang peranan penting karena setiap poin dapat memengaruhi posisi akhir dalam klasemen.

Catatan kemenangan di Australia dan podium ketiga di Mandalika telah memperlihatkan potensi Sabian untuk berada di kelompok depan. Sementara itu, keberhasilannya menempati urutan keempat di Race 2 Motegi memperlihatkan kemampuannya untuk memberikan respons setelah mengalami situasi sulit.

Tim Yamaha Indonesia berharap perkembangan tersebut terus berlanjut hingga kompetisi selesai. Wahyu Rusmayadi juga mengharapkan Sabian mampu meningkatkan penampilannya pada sisa R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship.

Dengan usia yang masih 13 tahun, setiap perlombaan memberikan kesempatan bagi Sabian untuk menambah pengalaman. Kini, tantangan berikutnya menanti di Buriram. Dua putaran terakhir tersebut akan menjadi kesempatan bagi Sabian Fathul Ilmi untuk kembali mengumpulkan poin sekaligus mencoba meningkatkan posisinya dalam klasemen akhir musim 2026.