Samsung – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini semakin mengarah pada penerapan di dunia nyata melalui perangkat fisik. Salah satu buktinya datang dari Samsung yang mengambil langkah strategis dengan membentuk divisi baru khusus robotika. Langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memperluas inovasi di luar perangkat elektronik konsumen menuju teknologi robot cerdas yang dapat di gunakan di berbagai sektor.

Pembentukan divisi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Samsung dalam mengembangkan physical AI, yaitu kecerdasan buatan yang di terapkan pada perangkat fisik seperti robot humanoid. Selain memperkuat riset dan pengembangan, perusahaan juga menyiapkan investasi besar untuk membangun fasilitas produksi serta memperluas jaringan penelitian di berbagai negara.

Samsung Resmi Bentuk Divisi Robotics eXperience

Samsung mengumumkan pembentukan divisi baru bernama Robotics eXperience (RX) sebagai unit yang akan menangani seluruh pengembangan teknologi robotika perusahaan. Kehadiran divisi ini menjadi langkah penting dalam mempercepat inovasi di bidang robot berbasis kecerdasan buatan.

Divisi RX dipimpin oleh Dongkun Lee yang bergabung dengan Samsung pada Mei 2026 sebagai Executive Vice President. Sebelum bergabung, Lee dikenal memiliki pengalaman panjang di industri robotika setelah memimpin berbagai strategi pengembangan robot di Hyundai. Ia juga terlibat dalam pengembangan teknologi robot melalui Boston Dynamics, perusahaan robotika yang berada di bawah grup Hyundai.

Dalam struktur organisasi Samsung, Dongkun Lee akan bekerja di bawah koordinasi TM Roh yang menjabat sebagai Chief Executive Officer sekaligus Head of Device eXperience (DX) Division. TM Roh bertanggung jawab mengawasi arah pengembangan divisi baru tersebut agar sejalan dengan strategi bisnis perusahaan.

Sebagai pusat operasionalnya, Samsung menempatkan Robotics eXperience di fasilitas perusahaan yang berada di Seoul, Korea Selatan. Selain itu, perusahaan juga berencana memperluas kegiatan penelitian dengan mendirikan pusat riset robotika di Amerika Serikat, China, dan Jepang. Langkah tersebut dilakukan untuk memanfaatkan keahlian para peneliti serta ekosistem teknologi yang berkembang di masing-masing negara.

Fokus Samsung pada Pengembangan Physical AI dan Robot Humanoid

Pembentukan divisi RX menjadi indikasi bahwa Samsung semakin serius mengembangkan konsep physical AI, yakni teknologi kecerdasan buatan yang di integrasikan ke dalam perangkat fisik sehingga mampu berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitar.

Tidak lama setelah pengumuman pembentukan divisi tersebut, respons pasar menunjukkan sentimen positif. Nilai saham Samsung tercatat mengalami kenaikan sekitar 6,76 persen, yang mencerminkan optimisme investor terhadap prospek bisnis robotika perusahaan.

Samsung juga dikabarkan menargetkan di mulainya produksi robot humanoid dalam waktu dekat. Untuk mendukung target tersebut, perusahaan telah menyiapkan investasi bernilai sekitar 19 triliun won atau setara kurang lebih Rp229 triliun guna membangun fasilitas produksi robot humanoid di kawasan Gumi, Korea Selatan.

Dana investasi tersebut akan di gunakan untuk membangun lini manufaktur yang di rancang khusus memproduksi robot berbentuk manusia. Investasi ini merupakan bagian dari rencana pengembangan yang lebih besar di wilayah Yeongnam dengan total nilai sekitar 60 triliun won, yang mencakup berbagai fasilitas industri Samsung Electronics.

Meskipun telah mengumumkan arah pengembangan dan nilai investasinya, Samsung masih belum mengungkapkan desain, spesifikasi, maupun kemampuan robot humanoid yang sedang di kembangkan. Informasi mengenai jadwal peluncuran produk ke pasar komersial juga belum di publikasikan secara resmi.

Samsung mengumumkan divisi Robotics eXperience (RX) untuk mengembangkan robot humanoid berbasis kecerdasan buatan.

Ilustrasi logo Samsung.

Persaingan Industri Robotika Berbasis AI Semakin Ketat

Langkah Samsung memasuki industri robotika menunjukkan bahwa persaingan dalam pengembangan robot berbasis kecerdasan buatan semakin meningkat. Sejumlah perusahaan teknologi global juga mulai menjadikan robot sebagai bagian penting dari strategi bisnis jangka panjang mereka.

Hyundai, misalnya, terus memperkuat portofolio robotikanya melalui kepemilikan penuh terhadap Boston Dynamics. Akuisisi tersebut memperbesar peluang perusahaan untuk menghadirkan berbagai jenis robot yang dapat di manfaatkan pada sektor industri, logistik, hingga layanan publik.

Di sisi lain, Google juga melakukan restrukturisasi organisasi dengan mengintegrasikan perusahaan-perusahaan robotika yang sebelumnya berada di bawah naungan Alphabet ke dalam struktur bisnis yang lebih terpusat. Langkah ini di harapkan mampu mempercepat pengembangan teknologi robot yang memanfaatkan kecerdasan buatan.

Sementara itu, OpenAI juga mulai mengembangkan berbagai perangkat fisik yang memanfaatkan kemampuan ChatGPT sebagai inti sistem kecerdasannya. Salah satu produk yang di perkirakan hadir lebih dahulu adalah perangkat speaker pintar dengan kemampuan interaksi berbasis AI.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan tidak lagi terbatas pada perangkat lunak. Kini, AI mulai di wujudkan dalam bentuk robot dan perangkat pintar yang mampu berinteraksi langsung dengan manusia maupun lingkungan kerja.

Kesimpulan

Pembentukan divisi Robotics eXperience (RX) menjadi langkah strategis Samsung dalam memperkuat posisinya di industri robotika global. Dengan menunjuk pemimpin yang berpengalaman, membangun jaringan pusat riset internasional. Serta menyiapkan investasi besar untuk fasilitas produksi robot humanoid, Samsung menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap pengembangan teknologi physical AI.

Di tengah meningkatnya persaingan dari berbagai perusahaan teknologi dunia, investasi pada robot berbasis kecerdasan buatan di perkirakan akan menjadi salah satu fokus utama industri dalam beberapa tahun mendatang. Melalui strategi tersebut, Samsung berupaya menghadirkan inovasi yang tidak hanya memperluas portofolio bisnisnya. Tetapi juga mendorong transformasi teknologi yang lebih dekat dengan kehidupan manusia.